Senin, 8 Maret 2010 16:41 WIB Hukum Share :

Buntut perusakan, Poltabes bakal kawal ketat konvoi motor

Solo (Espos)–Jajaran Poltabes Solo bakal melakukan pengawalan ekstra ketat untuk menjaga dan memantau kebiasaan konvoi yang sering terjadi di akhir pekan di sejumlah jalan utama di Solo. Di sisi lain, hingga saat ini pengusutan terhadap latar belakang serta identitas pelaku perusakan dan pengeroyokan di tiga lokasi di Solo dinilai belum mendapatkan hasil maksimal.

Menurut Kapoltabes Solo, Kombes Pol Joko Irwanto pengawalan ketat yang bakal dilakukan dalam bentuk pengawasan serta pemantauan perilaku yang dilakukan setiap komunitas motor. Pemantauan utamanya dititikberatkan pada perilaku komunitas motor saat melintas di jalan utama serta pengawasan terhadap pengendara motor yang dianggap terpengaruh Minuman Keras (Miras).

“Hal itu akan kami lakukan, agar kejadian yang terjadi seperti akhir pekan (perusakan dan pengeroyokan di tiga lokasi secara berurutan ) tidak terulang kembali,” tegasnya saat ditemui wartawan di sela-sela kehadirannya saat peresmian gedung Kejari Solo, Senin (8/3)

Lebih lanjut dia mengatakan, pada prinsipnya setiap pengendara sepeda motor harus mentaati dan melaksanakan peraturan lalu-lintas yang berlaku. Di antaranya tidak diperbolehkan mengendarai sepeda motor saat kondisi tubuh terpengaruh Miras alias mabuk.

“Kami tetap mendukung yang namanya komunitas motor yang sudah eksis di Soloraya ini. Tapi, saat mengendari motor mestinya harus terbebas dari pengaruh Miras,” jelas dia.

Saat disinggung tentang sejauhmana proses penyeldidikan yang sudah dilakukan Poltabes Solo terkait kejadian perusakan dan pengeroyokan di tiga lokasi di Solo oleh komunitas motor yang diduga berasal dari Daerah Klaten, Joko Irwanto menerangkan belum menemukan titik terang.

“Kami masih selidiki itu. Belum ada titik terang darimana kelompok itu. Tapi, yang pasti kami akan kawal masalah ini ke depannya,” katanya.

pso

lowongan pekerjaan
Carmesha Music School, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…