Senin, 8 Maret 2010 21:06 WIB Sragen Share :

Aksi massa tuntut Bupati Sragen mundur ricuh

Sragen (Espos)–Aksi massa gabungan elemen masyarakat kembali terjadi di Bumi Sukowati. Aksi demontrasi kali ketiga untuk menuntut turunnya Bupati Sragen Untung Wiyono dari jabatannya mengakibatkan terjadinya kericuhan massa sampai merusakan dua pagar besi dan taman di depan Kantor Dinas Bupati Sragen, Senin (8/3) siang.

Aksi tersebut juga mengakibatkan seorang pendukung Bupati yang juga Wakil Ketua DPC PDIP Sragen demisioner, Sunarto menjadi korban aksi pengeroyokan massa di depan pintu sisi timur kompleks Sekretariat Daerah (Setda) Pemkab Sragen. Aksi pengeroyokan itu tidak sampai mengakibatkan luka parah. Bahkan sebanyak tiga orang demonstran diamankan aparat, lantaran nekat melopati pagar dan memprovokasi demonstran lainnya untuk masuk kompleks Setda Pemkab Sragen.

Pelaksanaan aksi unjuk rasa itu semula direncanakan bakal mendatangi dua lokasi sasaran, yakni Dayu Park dan PT Aroma Sukowati, Nglangon. Namun rencana itu dibatalkan setelah adanya pemberitahuan ke Mapolres kali kedua, bahwa aksi unjuk rasa itu difokuskan di Setda Pemkab Sragen. Massa demosntran diseting berasal dari dua arah, yakni dari sisi timur yang berkumpul di depan Gedung KNPI Sragen dan dari sisi barat mulai start dari Sekretariat Lingkas Kajian Kebijakan dan Strategi Perubahan Sragen (Lintas).

Massa dari dua arah itu berjalan hampir bersamaan dan berkumpul menjadi gabungan massa di depan Kantor Setda Pemkab Sragen. Massa dari timur yang dipimpin koordinator Forum Organisasi Kepemudaan Sragen (Forkos), Eko Wijiyanto dan Dodok Sartono sempat melakukan pemblokiran jalan Solo-Ngawi, tepatnya di depan Rumah Dinas Bupati Sragen dengan cara membakar ban mobil bekas.

Setidaknya massa tersebut membakar ban mobil bekas di tiga titik, yakni selain di depan Rumdin Bupati, juga di depan Matahari Sragen dan di depan Setda Pemkab Sragen.

Sementara massa dari arah barat dipimpin langsung oleh aktivis Lintas, Saiful Hidayat, Ndewor Sutardi, Hery Kistoyo dan seorang anggota Dewan asal PAN, Mahmudi Tohpati bergerak mendekati Kantor Dinas Bupati Sragen.

Sesampainya di depan kantor Pemda itu, massa segera bergerak dan memanjat pagar besi serta mendorong-dorong pagar besi itu hingga besi pengunci dinding rusak. Aparat sempat memperingatkan namun tidak dihiraukan. Akhirnya pada gerakan aksi massa kali kedua untuk mengoyak pagar besi itu, tembakan water canon diluncurkan untuk mengantisipasi massa melintasi pagar.

Tembakan water canon dengan bantuan armada dari Poltabes Surakarta ternyata tanpa dikoordinasikan dengan Kapolres AKBP Drs Jawari, lantaran Kapolres dan Kasatreskrim Polres Sragen AKP Y Subandi yang sedang melakukan negoisasi dengan sespuh demonstran terkena tembakan water canon, hingga bagian kepala dan punggungnya basah.

Sebanyak tiga orang demonstran berhasil diamankan petugas, yakni Eko Gendus, Triyanto dan Heri Kistoyo. Sebenarnya ada satu lagi demonstran yang bakal diamankan, yakni Suyatno, namun berhasil kabur keluar pagar. Ketiga demonstran itu tidak lama kemudian dibebaskan kembali.

Sementara di sisi timur, aksi puluhan massa dengan mendorong pagar terjadi dengan ricuh. Massa dengan nekat mendorong pagar betis aparat Samapta Polres Sragen berulang kali, namun tidak berhasil menerobos masuk, karena dari arah belakang sejumlah personel Satpol PP juga membuat pertahanan kokoh pada pintu masuk itu. Saat mendorong pagar kali terakhir, tiba-tiba ada seorang setengah baya berada di tengah-tengah kerumunan massa yang sempat terinjak-injak massa. Dia tidak lain adalah Wakil Ketua DPC PDIP Sragen demisioner Sunarto yang juga pendukung Bupati Sragen.

”Saya itu sebenarnya ingin menyelamatkan aset rakyat yang bakal dirusak massa itu. Sebagai warga Sragen wajar jika ingin melindungi aset negara, tapi tahu-tahu saya dikeroyok mereka. Di hati kecil, saya sudah memaafkan mereka, meskipun harus kehilangan kaca mata. Saya belum ada niatan untuk melaporkan persoalan ini ke aparat hukum, tergantung pertimbangan teman-teman saya nanti seperti apa,” ujarnya.

trh

lowongan pekerjaan
PT. ATALIAN GLOBAL SERVICE, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…