Minggu, 7 Maret 2010 22:15 WIB Sragen Share :

Tukang becak dilarang ikut demo

Sragen (Espos)–Ratusan pengemudi becak yang tergabung dalam 28 paguyuban becak di Bumi Sukowati dikumpulkan Bupati Sragen Untung Wiyono yang dikemas dalam kegiatan Rapat Anggota Tahunan Koperasi Gunung Sugih, Sabtu (6/3), di Pendapa Rumah Dinas Bupati Sragen.

Dalam kegiatan pembinaan koperasi tukang becak itu, Bupati meminta kepada ratusan pengemudi becak agar tidak ikut-ikutan aksi demonstrasi yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan terkesan menyebar fitnah.

Setiap tukang becak yang mengikuti kegiatan itu diberikan amplop putih berisikan uang tunai senilai Rp 20.000/orang sebagai sisa hasil usaha (SHU). Bahkan bagi tukang becak yang ingin masuk dalam koperasi itu bakal diberikan rekening tabungan atas nama yang bersangkutan senilai Rp 20.000/orang dengan dalih sebagai upaya pembedayaan masyarakat ekonomi prodkutif.

Bupati Sragen Untung Wiyono dalam kesempatan itu memberikan berbagai wejangan yang berisi tulada untuk hidup hemat dan memiliki visi ke depan. Beberapa pengalaman juga diungkapkan Bupati di hadapan tukang becak anggota Koperasi Gunung Sugih yang dipimpin Sugimin Karambol.

Untung juga memberikan amanah tentang keuletan dalam bekerja yang diimbangi dengan berdoa. Hingga menjelang usai sambutannya, Untung berpesan kepada ratusan tukang becak agar tidak usah ikut-ikutan dalam aksi demonstrasi untuk menghujat kinerja Bupati.

”Kalau mencari uang bukan begitu caranya. Cara-cara yang dipakai mereka yang ikut demo itu justru yang menjadi korban rakyat semua. Bupati kok ditanya ijazah? Tolonglah, kalau ada teman-teman tukang becak lainnya yang ingin mengikuti demo, diajak saja menghadap saya. Jangan cari makan seperti itu. Kalau mau mencari uang, nanti tak kasih. Tolong Bupati dibantu,” tandas Bupati.

Lebih lanjut Bupati menerangkan, tidak boleh ada demo bagi tukang becak, justru pemerintah akan melakukan pemberdayaan masyarakat. Untuk eksistensi koperasi tukang becak ini, sambung Bupati, justru pegawai negeri sipil (PNS) diperbantukan untuk menangani koperasi itu, agar berjalan baik.

Terpisah, Ketua Koperasi Simpan Pinjam Gunung Sugih Sragen, Sugimin Karambol, mengatakan, aset koperasi saat ini sudah mencapai Rp 63 juta lebih. Dari sekitar462 anggota, ujarnya, memang banyak yang mengambil utang dan belum dikembalikan. Dengan kegiatan semacam ini, menurut dia, sebagai sarana untuk merekatkan tali silaturahmi.

”Harapannya utang yang belum lunas itu bisa dibayarkan dan bisa memberikan sumbang saran untuk kemajuan koperasi. Utang anggota itu cukup bervariasi antara Rp 100.000 hingga Rp 1 juta/orang. Kalau dikatakan banyak yang ngemplang, ya banyak. Tapi saya tidak bisa menyebut berapa nominalnya,” pungkasnya.

trh

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

AGENDA PRESIDEN
Di Kampus Undip Semarang, Jokowi Buka-Bukaan soal Ambisinya…

Agenda Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kampus Universitas Diponegoro (Undip) Semarang dimanfaatkannya untuk buka-bukaan soal ambisinya. Solopos.com, SEMARANG — Presiden Joko Widodo mengaku tidak mempermasalahkan jika ada pihak-pihak yang menyebutnya terlalu ambisius, terutama dalam menetapkan target proyek infrastruktur, termasuk pembangunan…