Minggu, 7 Maret 2010 16:47 WIB News Share :

Sahal Mahfudz didesak jadi Rais Aam NU

Pati–Perwakilan pengurus Nahdlatul Ulama (NU) dari sejumlah provinsi meminta Kiai Sahal Mahfudz kembali menjadi Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

Salah seorang Pengurus NU dari Sumatra Barat Teuku Bagindo mengungkapkan, pihaknya menginginkan pengganti Rais Aam PBNU merupakan orang yang mampu memimpin organisasi dan mampu menggerakkan daerah.

“Kami berharap, Kiai Sahal Mahfudz kembali memimpin Rais Syuriah atau Rais Aam,” katanya pada acara Silaturahmi Rais Syuriah dan Para Kiai di Tanah Air di Pondok Pesantren Maslakul Huda, di Desa Kajen, Kecamatan Margoyoso, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, Minggu (7/3).

Ia mengatakan, alasan mengapa Kiai Sahal Mahfudz diusulkan tetap menjadi Rais AAm, karena merupakan figur yang alim dan netral. “Selama ini, Kiai Sahal belum pernah terlibat dalam politik praktis, sehingga kami berharap beliau bersedia kembali menjadi Rais Aam,” katanya.

Pernyataan senada juga diungkapkan perwakilan pengurus NU dari Kabupaten Situbondo Jatim, Fauzan, yang menginginkan Kiai Sahal Mahfudz untuk kembali menjadi Rais Aam PBNU. “Kami setuju mempertahankan Kiai Sahal Mahfud sebagai Rais Aam,” katanya.

Tetapi, kata dia, pihaknya juga meminta ketegasan Kiai Sahal Mahfudz untuk bersedia kembali memimpin Rais Aam. “Kalaupun berhalangan, kami meminta ada figur alternatif lain yang sesuai,” katanya.

Sementara perwakilan pengurus NU dari Kalimantan Selatan Hamdan Khalid juga menginginkan Kiai Sahal Mahfudz bersedia untuk memegang Rais Aam.
“Jika tidak bersedia, kami minta dicarikan alternatif yang sesuai,” katanya.

Beberapa perwakilan lain, seperti dari perwakilan pengurus NU dari Provinsi Sulawesi Tenggara, Papua, Bandung, Sulawesi Tengah,  Riau, Kabupaten Bangkalan, dan dari daerah lain juga mengungkapkan dukungannya kepada Kiai Sahal Mahfudz untuk tetap menjadi Rais Aam PBNU.

ant/rei

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pilkada, Demokrasi, dan Hantu Politik

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (17/01/2018) dengan judul Demokrasi Kita dan Hantu Politik. Esai ini karya Muhammad Fahmi, dosen di IAIN Surakarta dan Doktor Kajian Budaya dan Media. Alamat e-mail penulis adalah fahmielhalimy@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Tahun 2018 sering dijuluki…