Minggu, 7 Maret 2010 16:02 WIB Ah Tenane Share :

Oh, sandalku...

Kisah nyata ini berawal ketika Lady Cempluk ngejak Jon Koplo, Tom Gembus dan Gendhuk Nicole piknik ke Tawangmangu. Ia pengin foto-foto di Grojogan Sewu mumpung punya HP baru yang ada kameranya.

Sampai di lokasi, mereka berempat tidak menyia-siakan kesempatan untuk bermain air, naik flying fox hingga menikmati sate kelinci.

Setelah selesai makan mereka bersiap-siap pulang. Sewaktu akan menaiki undak-undakan, Lady Cempluk melihat papan petunjuk bergambar Grojogan Sewu dan tulisan berisi informasi jumlah undakan yang harus dilewati berjumlah 1.225. ”Plo, aku tulung difotokke di dekat papan ini ya,” pinta Lady Cempluk sambil menyerahkan HP-nya ke Jon Koplo.

Lagi asyik-asyiknya berpose, tiba-tiba datanglah seekor monyet yang juga kepingin foto bersama Cempluk. Karuan saja Cempluk girap-girap ketakutan. Ia lari menghindar hingga sandalnya terlepas sebelah.

Wadhuh, tulung, Plo! Jupukke sandhalku! Cepet!” teriak Cempluk.

Jon Koplo pun mencoba mengambil sandal Cempluk. Tapi sayangnya ia kalah dhisik sama si monyet yang langsung membawanya lari ke atas pohon.

Wadhuh, Plo, piye iki? Aku mulih cekeran,” sambat Cempluk karo prembik-prembik.

Karena tidak tega melihat Cempluk, akhirnya Jon Koplo pun meminjamkan sandalnya pada Cempluk walaupun ukurannya dua kali lebih besar. Tom Gembus dan Genduk Nicole yang melihat kejadian itu cuma bisa ngekek ra entek-entek.

Kiriman Ima Yunivitasari, Jl KH Samanhudi No 98, Sondakan, Solo 57147.

lowongan pekerjaan
PT. BPR Mitra Banaran Mandiri, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…