Minggu, 7 Maret 2010 21:06 WIB Women Share :

Nyeleneh juga bisa berkesan romantis

KOLEKSI FOTO— Foto-foto prewedding koleksi Mammoth Photograpy di Jalan Raya Solo Permai. (Espos/Ratna Puspita Dewi)

Pasangan calon pengantin dewasa ini semakin suka tampil beda. Mungkin itu menjadi cara mereka menunjukan eksistensi diri. Tak terkecuali dalam menentukan konsep foto pre wedding.

Tampil dengan pose saling rangkul atau duduk bersama adalah pose paling standar dalam setiap sesi foto pre wed. Tetapi untuk tampil beda, sejatinya calon pengantin bisa mencoba berbagai tawaran unik ala karikatur yang diajukan Cool Frame Digital Photography.

Konsep yang satu ini cukup menarik karena sosok tubuh pasangan calon pengantin bakal digabungkan dengan latar belakang kartun seperti yang tampak dalam beberapa opening melodrama Korea. Latar belakang yang dapat dipilih cukup variatif, ada setting pedesaan, dapur, kafe hingga kamar mandi.

Buat pasangan yang suka tampil nyeleneh, foto pre wed berkonsep fantasi juga layak jadi pilihan. “Di Solo, belum banyak orang yang berani melakukan foto pre wed dengan konsep fantasi yang ekstrem, sebagian besar lebih suka tema klasik romantis. Alhasil tak banyak yang tahu bahwa kami juga menawarkan foto pre wed dengan konsep nyeleneh,” aku Kartika Agustina, pemilik Mammoth Photography.

Para fotografer Mammoth memang cukup berani bereksperimen dengan berbagai konsep foto. Salah satu ke-ekstrem-an mereka dapat dilihat dalam hasil jepretan sang fotografer berkonsep fantasi. “Pertama, kami ambil foto boneka beruang yang menurut calon pengantin memiliki nilai historis dalam perjalanan cinta mereka. Nah, gambar itu lantas digabungkan dengan foto keduanya, dibuat seolah-olah keduanya sedang repot memanjat boneka beruang raksasa,” kata Hari, fotografer utama Mammoth.

Tampil nyeleneh dalam foto pre wed juga bisa diwujudkan dengan make up dan kostum fantasi yang tak mungkin dikenakan dalam kesempatan sehari-hari. “Selama calon pengantin cukup percaya diri, kami siap memfasilitasi.”

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…