blogspot.com
Minggu, 7 Maret 2010 21:18 WIB Women Share :

Foto di ruang terbuka jadi pilihan utama, luar negeri jadi setting impian

Menggelar sesi foto pre wedding di ruang terbuka jelas menawarkan pengalaman tersendiri. Tentu, karena hal ini membuat pasangan calon pengantin dan fotografer lebih leluasa mengeksplorasi momentum dan angle menarik. Namanya juga foto kenangan sekali seumur hidup, maka wajar saja kalau pasangan calon pengantin ingin berfoto di lokasi yang istimewa. Ada yang menjalani sesi foto di taman bermain, ada yang keluar negeri, tapi tak sedikit pula yang memanfaatkan spot pengambilan gambar di sekitar Solo.

“Beberapa klien yang kami tangani memilih melakukan sesi pemotretan di luar negeri, Singapura jadi pilihan utama, karena lokasi pemandangan kota disana sangat indah,” kata Wiryo Hartoyo, pemilik Cool Frame Digital Photography di Jl dr Radjiman 253, Solo. Selain Singapura, Hong Kong dan Australia juga kerap jadi jujugan sebagian pasangan untuk menggelar sesi foto pre wed. Sementara itu, untuk lokasi foto pre wed di dalam negeri, Yogyakarta dan Bali jadi pilihan favorit.

Melakukan foto pre wed di luar kota atau luar negeri memang menarik. Banyak lokasi menarik yang bisa dijadikan setting foto, namun Anda juga harus siap dengan konsekuensi biaya yang dikeluarkan. Pasalnya, biaya pemotretan juga harus meliputi akomodasi dan risiko yang harus ditanggung para kru pemotretan.

Namun, tak harus repot keluar negeri, di sekitar Solo banyak pula lokasi-lokasi cantik yang bisa dieksplorasi. Untuk foto dengan konsep alam bebas, pegunungan misalnya, pilih saja kawasan pegunungan dan kebun teh di Kemuning, Karanganyar, yang eksotik.

Atau, bagi mereka yang menyukai konsep foto bermain air di laut lepas, pantai di Pacitan atau Wonogiri juga punya pemandangan yang tak kalah indah dengan pantai-pantai di Bali ataupun mancanegeri. Bebatuan kapur yang membentang di sebagian garis pantai selatan Pulau Jawa bisa dimanfaatkan untuk merekam aksi romantis.

Belakangan, konsep foto bertema kota tempo dulu juga semakin diminati. Dengan pakaian yang disesuaikan dengan atmosfer masa lalu, berpose di sekitar bangunan rumah tua di Kampung Batik Laweyan, Keraton atau Ngarsopura juga bisa jadi pilihan. “Ngarsapura kini menjadi salah satu lokasi alternatif yang menarik. Penataan wilayahnya unik dan terasa sangat Solo,” nilai Wiryo.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…