Minggu, 7 Maret 2010 17:29 WIB Internasional Share :

Bentrok di Afghanistan, 79 korban tewas

Kunduz— Lebih dari 60 gerilyawan dan 19 penduduk sipil diduga tewas dalam bentrokan berdarah antara kelompok-kelompok garis keras yang bermusuhan di Afghanistan Utara, Sabtu (6/3) waktu setempat.

Kepala kepolisian provinsi setempat, Mohammad Kabir Andarabi mengatakan, bentrokan antara gerilyawan Taliban dan kelompok garis keras yang setia pada kelompok Hezb-i-Islami itu meletus Sabtu pagi di provinsi Baghlan, tempat kedua faksi aktif.

Mengutip sumber-sumber  di wilayah itu, kepala polisi mengatakan, bentrokan terjadi di daerah Jangal Bagh. “Kami punya laporan intelijen bahwa 60 pejuang, yakni 40 dari Hezb-i-Islami dan 20 dari Taliban,  telah tewas. Laporan-laporan kami mengisyaratkan sekitar 19 penduduk sipil juga tewas,” kata Andarabi kepada AFP.

Kementerian Dalam Negeri Sabtu membenarkan adanya bentrokan itu, namun mereka belum bisa memberikan angka korban.

Taliban adalah kelompok garis keras utama di balik meningkatnya pemberontakan mematikan untuk menumbangkan pemerintah Presiden Hamid Karzai yang didukung Barat, dan mengusir sekitar 121.000 tentara Amerika Serikat dan NATO yang ditempatkan di Afghanistan.

Hezb-i-Islami, faksi yang loyal kepada mantan perdana menteri Afghanistan yang kemudian menjadi panglima perang Gulbuddin Hekmatyar, adalah kelompok garis keras terbesar kedua.

Andarabi mengatakan, empat komandan Hezb-i-Islami telah menyerah kepada pemerintah setelah pertempuran, dan banyak lainnya yang mengikuti.

Murad Ali Murad, seorang jenderal angkatan darat, mengatakan, pasukan keamanan Afghanistan telah mengirim bala bantuan ke daerah itu, dan mengatakan, laporan pertamanya mengisyaratkan bahwa 50 pejuang tewas dalam pertempuran.

Qazi Burhaan, yang menyebut dirinya komandan Hezb-i-Islami, mengatakan kepada AFP melalui telepon, Sabtu, bahwa pertempuran meletus setelah gerilyawan Taliban menangkap beberapa orangnya.

Dia mengatakan, mereka kehilangan seorang pejuang dan membunuh 15 Taliban.

ant/rei

lowongan pekerjaan
PD.BPR BANK BOYOLALI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
”Akad” Populer karena Berbeda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (14/10/2017). Esai ini karya Romensy Augustino, mahasiswa Jurusan Etnomusikologi Fakultas Seni Pertunjukan Institut Seni Indonesia (ISI) Solo. Alamat e-mail penulis adalah romensyetno@yahoo.com. Solopos.com, SOLO – -Youtube adalah salah satu media sosial yang menjadi rujukan…