Sabtu, 6 Maret 2010 10:17 WIB News Share :

HMI desak Kapolda Sulawesi Barat dicopot

Jakarta— Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berencana akan tetap melanjutkan aksi mereka, Sabtu (6/3) hari ini, setelah, Jumat (5/3) berunjuk rasa di sejumlah lokasi di Jakarta. Mereka memprotes pengrusakan kantor HMI di Makassar, Sulawesi Selatan, yang diduga dilakukan oleh pasukan khusus Kepolisian RI.

“Nantinya tujuan aksi kami masih pada tuntutan yang sama, ingin Kapolda Sulawesi Barat dan Kapolri dicopot, dan meminta maaf ke kader HMI,” kata Ketua HMI Cabang Jakarta Timur Hendra Ferdiansyah di kantor pusat HMI Jakarta.

Ia menuturkan, para aktivis HMI tak terima atas tindakan polisi di Makassar. “Yang kami lakukan adalah aksi solidaritas.” Hendra bersama para kader dan aktivis HMI tak takut dicap sebagai anarkistis. Ia menilai justru polisilah yang anarkistis karena menghalangi mereka unjuk rasa di Cilosari.

HMI menggelar aksi di Markas Besar Polri, Jumat (5/3), sekitar Sekretariat Bersama Himpunan Mahasiswa Islam Cabang Jakarta di Jalan Cilosari Jakarta Pusat. Sempat terjadi bentrok antara HMI dengan polisi di Cilosari. Lima aktivis HMI terluka.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…