Sabtu, 6 Maret 2010 17:26 WIB Ekonomi Share :

Hindari perang harga, agen elpiji minta rayonisasi

Kudus— Sejumlah agen meminta diberlakukan sistem rayonisasi penjualan elpiji ukuran 3 kilogram diberlakukan di wilayah eks-Keresidenan Pati, untuk menghindari perang harga menyusul banyaknya agen dari luar daerah yang memasarkan elpiji ke daerah itu.

“Selama ini, sejumlah agen elpiji dari Kudus mengeluhkan banyaknya agen luar Kudus yang memasarkan gas hingga ke Kudus. Padahal di kota ini sudah ada agen elpiji,” kata Kasi Perdagangan Dalam Negeri pada Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus Sofyan Djuhri, Sabtu (6/3).

Untuk menyelesaikan persoalan tersebut, katanya, sejumlah agen resmi meminta diterapkan sistem rayonisasi penjualan sehingga setiap agen hanya mendapatkan kesempatan menjual elpiji di daerah masing-masing.

Pihak Pertamina, katanya, merespons keluhan pengusaha tersebut dengan mengadakan pertemuan dengan Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) yang dihadiri sejumlah pihak terkait lain, di Kantor Dinas Perdagangan dan Pengelolaan Pasar Kabupaten Kudus, Kamis (4/3) lalu.

“Pada pertemuan tersebut, disepakati ada sistem rayonisasi penjualan elpiji ukuran tiga kilogram di wilayah eks-Keresidenan Pati,” ujarnya.

Hanysa saja sistem rayonisasi tersebut masih dalam bentuk kesepakatan, belum dituangkan dalam ketetapan yang mengikat. “Rencananya kesepakatan tersebut akan dituangkan dalam surat edaran bupati,” ujarnya.

ant/rif

lowongan pekerjaan
4 orang Penerjemah fasih berbahasa mandarin & 2 orang Sopir, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…