Sabtu, 6 Maret 2010 18:48 WIB Boyolali Share :

2011, alokai DAK Perumahan Rp 1,2 triliun

2011, Alokai DAK Perumahan Rp 1,2 triliun

Boyolali (Espos)
–Kementerian Perumahan Rakyat (Kemenpera) Republik Indonesia akan mengalokasikan Dana Alokasi Khusus (DAK) Perumahan sebesar Rp 1,2 triliun pada tahun 2011.
Adapun tahap awal pada 2011 itu ada 200-an kabupaten/kota yang menjadi target untuk pengalokasian anggaran DAK Perumahan.

Demikian disampaikan Menteri Perumahan Rakyat (Menpera) RI, Suharso Manoarfa saat ditemui wartawan usai melakukan kunjungan di Perumahan Rumah Sederhana Sehat (RSH) Taman Sentosa di Desa Ngargorejo Kecamatan Ngemplak, Kabupaten Boyolali, Sabtu (6/3).

“Mulai tahun 2011 ada DAK untuk Perumahan atau Pemukiman. Syaratnya sederhana saja, daerah kita minta harus sudah punya Perda (Peraturan Daerah-red) tata ruang, Perda Zonasi,” kata Suharso.

Menurut Suharso, masing-masing kabupaten/kota akan mendapatkan kuota 1.000-2.000 unit rumah. Adapun besarnya subsidi tiap-tiap rumah yakni Rp 6 juta. Sehingga, kata dia, tiap daerah akan mendapatkan subsidi sekitar Rp 6 miliar.

“Di seluruh Indonesia belum ada yang siap. Baru beberapa puluh kabupaten/kota yang sudah punya Perda Tata Ruang. Di tingkat Provinsi pun baru ada dua yang punya Perda Tata Ruang,” ujar Suharso tanpa mau menyebutkan nama kedua provinsi itu.

Ditemui di tempat yang sama Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Boyolali, Drs Djoko Triwiyatno MSi mengatakan untuk Perda Tata Ruang di Kabupaten Boyolali saat ini masih dalam taraf diskusi di tingkat Provinsi Jateng.

nad

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…