Jumat, 5 Maret 2010 13:17 WIB Sport Share :

Usai pimpin laga PPSM vs PSIS, wasit diamankan polisi

Magelang— Dianggap tidak netral saat memimpin pertandingan, wasit Abdul Kodir yang memimpin pertandingan PPSM Sakti Magelang melawan PSIS Semarang, di Stadion Abu Bakrin Magelang, Jumat pagi (5/3), diamankan polisi setempat.

Usai memimpin pertandingan tunda selama 20 menit, beberapa pemain PPSM melakukan protes kepada wasit dan beberapa penonton berusaha mengejarnya sehingga polisi langsung mengamankan wasit keluar lapangan.

Penonton bahkan berkumpul di luar stadion untuk mengadang keluarnya wasit. Untuk mengindari situasi buruk, wasit dan dua asisten wasit dievakuasi dari stadion dengan kendaraan taktis polisi.
Mereka tidak langsung diantar ke penginapan, tetapi dibawa ke Polresta Magelang untuk
diklarifikasi.

Kapolresta Magelang AKBP R. Slamet Santoso mengatakan terpaksa mengamankan wasit dari kemarahan penonton karena kecewa.

“Kami telah melakukan klarifikasi kepada wasit apakah ada indikasi penyuapan atau tidak dalam memimpin pertandingan PPSM melawan PSIS tersebut,” katanya.

Ia mengatakan, sejak Kamis (4/3) polisi telah mengamankan tempat penginapan kedua tim dan penginapan wasit. Di tempat penginapan tidak ada daftar tamu yang mengunjungi wasit dan dari pemeriksaan terhadap telepon seluler milik wasit dan asisten wasit tidak ditemukan indikasi penyuapan.

Pertandingan tunda tersebut tidak mengubah skor dan kedudukan tetap 1-1. Sebenarnya tim tuan rumah mempunyai beberapa peluang untuk mencetak gol tetapi penyelesaiannya tidak bagus.     Kedua tim menilai kepemimpinan wasit merugikan kedua kesebelasan.

ant/rif

lowongan pekrjaan
Akuntansi, Administrasi,Marketing,Tehnisi ,Gudang/Driver, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Calon Tunggal dan Disfungsi Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (10/01/2018). Esai ini karya Isharyanto, dosen Hukum Tata Negara di Universitas Sebelas Maret Solo. Alamat e-mail penulis adalah isharyantoisharyanto8@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pada 2018 ini 171 daerah provinsi/kabupaten/kota akan menyelenggarakan pemilihan kepala daerah secara serentak….