Jumat, 5 Maret 2010 15:33 WIB News Share :

Jateng pertahankan surplus beras

Semarang–Provinsi Jawa Tengah siap mempertahankan surplus produksi beras pada tahun 2010.

Kepala Badan Bimbingan Massal Ketahanan Pangan Jawa Tengah Gayatri Indah Cahyani di Semarang, Jumat (5/3), mengatakan, pada tahun 2009, Jateng mengalami surplus beras hingga 2,6 juta ton.

“Tahun ini, surplus beras diperkirakan bertambah atau paling tidak sama dengan kondisi 2009,” katanya. Menurut dia, target pencapaian tersebut didukung dengan kondisi cuaca dan alam di provinsi.

Dijelaskan Gayatri, bencana alam yang terjadi relatif tidak banyak, sehingga produksi beras di sejumlah sentra produksi dapat dimaksimalkan. Selain itu, persediaan beras di sejumlah gudang Perum Bulog juga masih melimpah untuk mencukupi konsumsi penduduk.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Tengah Bibit Waluyo dalam laporan pertanggungjawaban tahun anggaran 2009 menjelaskan, provinsi ini mengalami surplus produksi beras provinsi selama tahun 2009 dan menjadi pendukung ketersediaan beras nasional.

Produksi beras selama tahun 2009 mencapai 5,36 juta ton, dengan kebutuhan konsumsi penduduk provinsi ini hanya sekitar 2,76 juta ton. “Berarti masih ada sekitar 2,6 juta ton surrplus beras,” katanya.

Meski demikian, lanjut dia, terdapat sejumlah kendala di bidang pertanian yang harus dihadapi di masa yang akan datang, seperti maraknya alih fungsi lahan, keterbatasan bibit berkualitas, serta sarana dan prasarana, dan sebagainya.

ant/rei

lowongan pekerjaan
NSC FINANCE KARTASURA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…