Kamis, 4 Maret 2010 22:36 WIB Hukum,Karanganyar Share :

Perumahan GLA bakal dicek penyidik

Semarang (Espos)–Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejakti) Jateng pekan depan dijadwalkan melakukan pengecekan ke lapangan mengenai kondisi pembangunan perumahan bersubsidi Griya Lawu Asri (GLA) Karanganyar.

Sementara itu enam anggota tim verifikasi dari kantor Kementerian Negara Perumahan Rakyat (Kemenpera), Kamis (4/3) diperiksa sebagai saksi dalam kasus dugaan korupsi GLA Karanganyar.

Kepala Kejati Salman Maryadi menyatakan tujuan pengecekan ke lapangan untuk melihat secara langsung kondisi bangunan rumah guna melengkapi berkas pemeriksaan.

“Tim penyidik harus tahu betul fisik bangunan yang ada, untuk itu pekan depan akan mengecek langsung ke Karanganyar,” tandasnya didampingi Kasi Penyidikan Khusus Kejati, Sukarman di Semarang.

Selain mengecek fisik bangunan perumahan bersubsidi GLA, sambung Salman, penyidik juga mengecek kondisi rumah yang telah direhabilitasi. Pasalnya dana subsidi dari kantor Kemenpera selain untuk pembangunan perumahaan bersubsi GLA senilai Rp 11,9 miliar, juga rehabilitasi perumahaan senilai Rp 23,38 miliar.

“Jadi kami harus tahu betul kondisi bangunan perumahaan bersubsidi dan rumah yang telah direhabilitasi,” katanya.

Untuk melengkapi berkas penyidikan terhadap tersangka korupsi GLA, Handoko Mulyono, penyidik Kejakti memeriksa enam orang saksi dari kantor Kemenpera.

Asisten Tindak Pidana Khusus (Ad Pidsus) Kejakti, Chirus Sinaga mengungkapkan pemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui prosedur pemberian subsidi dana perumahan kepada KSU Karanganyar Bersatu.
“Penerima dana subsidi perumahan dari Kemenpera apakah perbankan atau nonperbankan, seperti koperasi,” ujar dia.

Sedang enam saksi dari Kemenpera itu masing-masing Manahan Sinaga (pejabat pembuat komitmen tahun 2007), Eko Suhendratmo, Andri Y, Ir Defaid M Nur, Masmulyono Wibowo dan Ifan Nurwanto.

Menurut Kasi Penyidikan Khusus Kejati, Sukarman dari hasil keterangan sementara para saksi dari Kemenpera, koperasi bisa menerima bantuan dana subsudi perumahaan.

“Meski begitu kami tak menerima begitu saja keterangan saksi dari Kemenpera, masih dilakukan penyidikan. Prosedur mungkin sudah benar, tapi pelaksanaannya terjadi penyimpangan,” papar dia.

oto

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…