Kamis, 4 Maret 2010 12:36 WIB Ekonomi Share :

Kenaikan harga minyak, bebani APBN 2010

Jakarta— Harga minyak yang cenderung terus merangkak naik akan makin membuat beban APBN 2010 semakin berat. Harga minyak mentah (West Texas Intermediate) kemarin ditutup naik lagi ke US$ 80,87 per barel.

Analis Ekonomi PT Samuel Sekuritas Indonesia, Lana Soelistianingsih, menjelaskan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara 2010 akan mengalami tambahan defisit jika harga minyak mentah terus naik.

“Setiap kenaikan minyak mentah sebesar US$ 1 per barel, berarti ada beban tambahan anggaran sebesar Rp 0,1 triliun,” jelas Lana, Kamis (4/3).

Sebelum direvisi, menurut dia, pada APBN 2010 pemerintah menetapkan patokan harga minyak Indonesia sebesar US$ 65 per barel. Sementara harga rata-rata minyak mentah dalam dua bulan terakhir telah mencapai US$ 75 per barel, sehingga terjadi kenaikan sebesar US$ 10 per barel atau ada tambahan defisit sebesar Rp 0,1 triliun.

Untuk mengantisipasi kemungkinan kenaikan harga minyak mentah berlanjut, pemerintah akan merevisi harga patokan minyak Indonesia menjadi US$ 77 per barel dan memotong pagu anggaran cadangan risiko fiskal dari Rp 8 triliun menjadi Rp 3 triliun.

“Perubahan ini jelas akan berdampak pada struktur fiskal yang cenderung semakin berat, sementara harga minyak mentah tampaknya masih akan melanjutkan kenaikan,” ujar Lana.

Kenaikan harga minyak mentah terjadi seiring dengan pemulihan ekonomi global yang semakin stabil yang terjadi di Amerika Serikat dan Cina, dua negara pengguna energi terbesar di dunia.

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
KISEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…