Kamis, 4 Maret 2010 13:41 WIB News Share :

Demo memanas, mahasiswa Makassar rusak Pos Polisi

Makassar— Tndakan anarkis dilakukan mahasiswa Makassar. Mereka merusak dua pos polisi dan membakar ban-ban bekas di tengah jalan. Tindakan brutal ini dipicu aksi pemukulan sejumlah polisi kepada rekan-rekan mereka, Rabu (3/3) malam.

Dua buah pos polisi yang dirusak mahasiswa dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alaudin berada di Jl Sultan Alaudin dan Jl AP Pettarani, Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (4/3). Beberapa orang polisi yang sedang bertugas di kedua pos tersebut tidak berdaya membendung aksiĀ  brutal para mahasiswa. Mereka memilih menyelamatkan diri.

Setelah merusak dua pos polisi, para mahasiswa memblokir Jl Sultan Alaudin dengan memarkirkan sebuah truk tronton melintang di badan jalan. Para mahasiswa juga membakar ban mobil bekas di jalanan. Akibatnya, arus lalu lintas di Jl Sultan Alaudin macet total.

Unjuk rasa juga dilakukan puluhan mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Makassar di Jl Bontolempangan. Mereka menutup jalan dan melakukan sweeping anggota polisi. Para kader HMI bahkan melempari seorang anggota polantas yang sedang bertugas mengatur arus lalu lintas dengan batu.

Informasi yang diperoleh, tindakan anarkis para mahasiswa ini buntut dari aksi pemukulan sejumlah polisi terhadap aktivis HMI, Azhari di sekretariat HMI Makassar di Jl Bontolempangan. Tidak hanya menganiaya Azhari, para oknum polisi itu juga merusak sekretariat HMI Makassar.


dtc/rif

lowongan pekerjaan
Penerbit Ziyad Visi Media, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Bersama Rakyat Awasi Pemilu

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (05/01/2018). Esai ini karya Ahmad Halim, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum Kota Administrasi Jakarta Utara. Alamat e-mail penulis adalah ah181084@gmail.com Solopos.com, SOLO–Pemberlakuan UU No. 7/2017 tentang Pemilihan Umum (gabungan UU No. 8/2012, UU…