Kamis, 4 Maret 2010 15:32 WIB Hukum Share :

Anggota sindikat uang palsu didor

Denpasar–Suswanto alias Timbul, 31, anggota sindikat peredaran uang palsu dihadiahi timah panas oleh anggota Polsek Denpasar Barat, karena mencoba kabur saat akan ditangkap di kosnya di Tanjung Benoa, Badung, Bali, Kamis (4/3).

Penangkapan Timbul ini setelah polisi menangkap buruh bangunan, Eko Adi Putra, 19, yang dilaporkan petugas SPBU ke polisi setelah mendapati uang yang digunakan Eko untuk membayar bensin ternyata uang palsu.

”Setelah mendapat laporan dari pihak SPBU, kami langsung mengamankan tersangka di tempat kosnya dan kami temukan 15 lembar uang palsu pecahan seratus ribuan,” ujar Kapolsek Denpasar Barat Ajun Komisaris Agus Nugroho.

Setelah melakukan pengembangan, aparat Polsek Denbar berhasil membongkar sindikat peredaran uang palsu yang melibatkan empat rekan buruh bangunan Eko Adi Putra. Empat tersangka lainnya, I Nyoman Sudiarta, 31, Ramlan, 39, Supriyono, 27, dan Suswanto alias Timbul, 31, juga turut dibekuk setelah polisi menemukan barang bukti uang palsu pecahan 100.000 senilai Rp 11,2 juta.

”Mereka mendapat uang palsu dari Timbul. Dari pengakuan Timbul, dia membeli dari seseorang bernama Bambang di Bekasi,” ungkap Agus Nugroho. Timbul membeli uang palsu dengan nilai 1 banding 4. Timbul membayar Rp 5 juta untuk mendapatkan uang palsu senilai Rp 20 juta.

kompas/rif

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Eropa pun Galau Ihwal Media Sosial

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (16/10/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah djauhar@bisnis.com. Solopos.com, SOLO — Kegalauan ihwal media sosial kini melanda hampir seluruh negara di…