Rabu, 3 Maret 2010 15:33 WIB Hukum Share :

Polisi tembak warga diduga anggota kelompok bersenjata

Aceh-– Polisi menembak seorang warga yang diduga anggota kelompok bersenjata di Aceh saat melakukan sweeping di kawasan Padang Tiji, Kabupaten Pidie, Rabu (3/3) dini hari. Diduga yang  tewas ditembak tersebut adalah mereka yang diduga kelompok bersenjata, yang sebelumnya melakukan latihan di Pegunungan Jalin, Aceh Besar.

“Sebenarnya memang kelompok itu,”  kata sumber kepolisian tersebut Rabu (3/3).

Kronolologinya, menurut sumber, korban bersama dua orang kawannya naik bus Kurnia bernomor polisi BL 7344 PB dari Banda Aceh dengan tujuan Medan, tak jauh dari lokasi sweeping di Padang Tiji. Bus itu kemudian dihentikan polisi untuk dilakukan sweeping penumpang. Pada saat itu, ketiganya berusaha untuk melarikan diri. Polisi mengaku menembak karena korban berusaha kabur dan sempat diberikan tembakan peringatan. Satu orang kemudian tewas, dua orang lagi berhasil melarikan diri dan terus diburu pihak kepolisian.

Sejak Senin pekan lalu, polisi terus memburu kelompok bersenjata di Aceh Besar yang diperkirakan berjumlah 50 orang dan memiliki belasan pucuk senjata. Polisi juga terus menggelar sweeping di sepanjang jalan dari Aceh Besar sampai ke Kabupaten Pidie.

Saat dimintai konfirmasi soal ini, Kepolisian Aceh tidak bersedia memberikan keterangan. “Kasusnya menjadi wewenang Mabes Polri, silakan tanyakan ke sana,” ujar juru bicara Polda Aceh, Komisaris Besar Polisi Farid Ahmad, Rabu (3/3).

tempointeraktif/rif

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…