Selasa, 2 Maret 2010 09:50 WIB Ah Tenane Share :

Salah dengar

Kisah nyata ini terjadi ketika Jon Koplo, berumur 8 tahun dan baru duduk di bangku SD. Jon Koplo kala itu memang terkenal anak yang patuh pada kedua orangtuanya. Bila disuruh orangtuanya melakukan sesuatu, maka ia langsung sendika dhawuh tanpa banyak tanya.
Namun karena saking patuhnya inilah pernah terjadi peristiwa yang lucu tur ngguyokke.
Siang itu setelah pulang sekolah, Jon Koplo bermain dengan teman sebayanya, Tom Gembus. Pas lagi asyik-asyiknya bermain halaman rumah yang terletak di pinggir kali itu, tiba-tiba ibunya, Lady Cempluk, bengak-bengok memanggil dari dalam rumah. Koplo pun segera manghampiri.
”Plo, tulung kelapane cemplungna neng kwali, Ibu tak ganti klambi dhisik,” perintah Cempluk.
Tanpa banyak cing-cong, Koplo segera berlari pulang untuk melaksanakan perintah ibunya. Setelah itu, Koplo kembali bermain dengan Gembus.
Selang beberapa waktu kemudian, Lady Cempluk pergi ke dapur dan mencari kelapa tadi di kuali. Namun ia heran karena kelapa yang akan ia buat santan itu tak ada di dalam kuali. Segera Lady Cempluk bertanya pada Jon Koplo.
”Plo, klapane mau neng endi?”
”Jarene kon nyemplungke neng kali, ya mau tak cemplungke kali…” jawab Koplo dengan tanpa dosa.
Cempluk pun kaget campur gemes, ”Hah…?! Ibu mau dhawuh dicemplungke kwali, Le, Cah Bagus, ora dibuang neng kali!” terang Cempluk kepada anaknya.
Mungkin saking asyiknya bermain, Koplo tidak begitu mendengar perkataan ibunya tadi.  Kiriman Farida Ahmad Sekip RT02/RW XXIII Kadipiro, Solo 57136

lowongan pekerjaan
PT Sejati Cipta Mebel, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…