Selasa, 2 Maret 2010 22:33 WIB Karanganyar Share :

Potongan insentif guru mengalir ke PGRI

Karanganyar (Espos)–Potongan dana insentif guru non-sertifikasi 2009 di Kecamatan Colomadu, Karanganyar diketahui mengalir ke Ranting PGRI setempat.

Dana tersebut dipungut setelah ada kesepakatan dengan kepala sekolah-kepala sekolah, guna kebutuhan organisasi. Perihal itu diungkapkan Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Karanganyar, Tarsa, dikonfirmasi wartawan di sela-sela kesibukannya, Selasa (2/3).

Dia menegaskan telah bertemu dengan Ketua Ranting PGRI Colomadu,  Slamet Suparno, terkait masalah insentif guru non-sertifikasi 2009 itu.

“Hari ini kami sudah turun ke lapangan. Memang ada potongan, arahnya ke PGRI. Menurut Pak Slamet Suparno selaku Ketua Ranting Colomadu, semua dilakukan setelah ada kesepakatan dengan kepala sekolah selaku perwakilan guru di sekolah masing-masing. Pemanfaatannya tentu untuk organisasi,” ujarnya dalam kesempatan itu.

Tarsa mengatakan, meski mengetahui adanya pungutan oleh PGRI, Disdikpora Kabupaten Karanganyar tak bisa serta merta mencampuri urusan tersebut. Hal itu mengingat keberadaan PGRI sebagai organisasi profesi yang tidak berada di bawah instansinya. Berbeda halnya, kata dia, jika pungutan dikenakan oleh unit pelaksana teksnis (UPT) dinas di kecamatan.

Terpisah Ketua Komisi IV DPRD Karanganyar, Eko Setyono, mengaku sangat menyesalkan adanya pemotongan dana insentif guru non-sertifikasi  di Kecamatan Colomadu. Dia bahkan menegaskan pungutan itu telah mencoreng dunia pendidikan setempat. “Seharusnya dipertimbangan dulu. Di Sukoharjo saja jadi ramai, kok di Karanganyar ikut-ikut melakukan,” tandasnya.

try

lowongan pekerjaan
Perusahaan Outsourcing PLN, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Jokowi Raja Batak

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (13/01/2018). Esai ini karya Advent Tarigan Tambun, inisiator Sinabung Karo Jazz 2017. Alamat e-mail penulis adalah atambun@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Saya bukan ahli budaya Batak. Dengan jujur saya harus mengatakan bahwa pengetahuan saya tentang budaya…