Selasa, 2 Maret 2010 15:12 WIB Internasional Share :

Cegah penjarahan, 10.000 tentara dikerahkan

Jakarta–Sebanyak 10.000 tentara dikerahkan ke jalan-jalan di Chili untuk mencegah aksi penjarahan pascagempa 8,8 SR yang mengguncang negeri itu. Pasukan juga dikerahkan untuk menerapkan jam malam.

Sejauh ini, total 723 orang telah dipastikan tewas akibat gempa tersebut. Namun masih banyak korban lainnya yang diperkirakan terkubur di reruntuhan bangunan atau terseret ke laut akibat tsunami yang terjadi setelah gempa.

Dua hari setelah bencana gempa pada Sabtu (27/2), Pemerintah Chili memberlakukan jam malam. Ini merupakan jam malam pertama yang diterapkan sejak kediktatoran Augusto Pinochet berakhir di Chili pada tahun 1990 silam.

Di hari pertama jam malam diberlakukan, sebanyak 160 orang ditangkap. Aturan jam malam diberlakukan mulai pukul 21.00 hingga pukul 06.00 waktu setempat. Di pantai Maule dan Biobio, pasukan Chili menembakkan gas air mata dan water cannon ke para penjarah.

“Saya ingin mengingatkan para kriminal untuk tidak cari masalah dengan pasukan bersenjata kami. Respons kami akan parah tapi tetap dalam konteks hukum,” Guillermo Ramirez, komandan militer wilayah Maule seperti dilansir Telegraph, Selasa (2/3).

ant/rei

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTORINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Pelayanan Medis Olahraga

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (18/10/2017). Esai ini karya Rumi Iqbal Doewes, dosen di Program Studi Kepelatihan Olahraga Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah king.doewes@staff.uns.ac.id. Solopos.com, SOLO–Pencinta sepak bola Indonesia pantas berduka….