Selasa, 2 Maret 2010 23:03 WIB News Share :

72 Penderita HIV/AIDS meninggal dunia

Semarang (Espos)–Jumlah korban meninggal dunia akibat HIV/AIDS di Jawa Tengah (Jateng) tahun 2009 tercatat sebanyak 72 orang, atau meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang hanya 56 orang.

Meski terjadi peningkatan korban meninggal dunia, menurut Gubernur Jateng, Bibit Waluyo jumlah penderita HIV/AIDS secara kuantitas terjadi penurunan sebesar 12,5%.

“Pada tahun 2009 jumlah penderita HIV/AIDS sebanyak 375 orang menurun dibandingkan tahun 2008 sebanyak 424 orang,” katanya pada laporan pertanggungjawaban (LPj) APBD 2009 dalam rapat paripurna  DPRD Jateng di Semarang, Selasa (2/3).

Gubernur tak merinci tentang penyebaran kabupaten/kota penderita akibat terinveksi virus mematikan tersebut, termasuk persentase jumlah kelamin dan perempuan. Bibit hanya mengungkapkan upaya yang telah ditempuh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng guna mengurangi penyebaran jumlah penderita HIV/AIDS tersebut.

Upaya yang telah dilakukan antara lain, melakukan sosialisasi pencegahan, pendampingan kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan voluntary counseling & testing (VCT), serta mengunjungi penderita.

“Upaya pencegahan lainnya dengan melakukan kerja sama antara Badan Narkotika Provinsi dengan perguruan tinggi (PT), rumah sakit milik pemerintah dan rumah sakit swasta,” ujar Gubernur.

Sementara Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Jateng mencatat jumlah penderita HIV/AIDS selama rentang waktu 1993 sampai 2009 tercatat sebanyak 2.290 orang. Mereka terdiri dari 1.461 orang yang telah terjangkit virus HIV dan 829 orang merupakan penderita AIDS.

oto

lowongan pekerjaan
SOLO GRAND MALL, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…