Senin, 1 Maret 2010 17:25 WIB News Share :

Rencana ekspor beras diragukan

Jakarta–Rencana Indonesia untuk melakukan ekspor beras tahun 2010 ini makin diragukan bisa terlaksana. Pasalnya, produksi beras di Tanah Air masih tersendat-sendat di awal tahun ini.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS), Rusman Heriawan mengatakan, kelangsungan swasembada beras di tahun 2010 belum dapat dipastikan meskipun pertumbuhan produksi beras masih positif. “Pertumbuhan beras masih positif jadi masih menjamin kelangsungan swasembeda beras. Tapi apa kita bisa mengekspor, itu yang menjadi pertanyaan yang belum ada jawabannya,” ungkap Rusman di Kantor BPS, Jakarta, Senin (1/3).

Produksi beras yang tersendat di awal tahun ini terjadi karena panen padi bergeser waktunya dari Februari akibat adanya perubahan iklim (climate change). “Februari biasanya sudah panen, mungkin karena climate change jadi bergeser ke Maret,” ujar Rusman.

Untuk menjaga stabilitas harga, Pemerintah bisa saja menyatakan persediaan beras masih mencukupi, tetapi Rusman menilai hal itu merupakan sia-sia karena harga beras itu merupakan masalah psikologis. Jadi selama panen belum terlihat masyarakat, maka harga beras tetap akan meningkat.

detikcom/rei

lowongan pekerjaan
Harian Umum SOLOPOS, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…