Senin, 1 Maret 2010 15:07 WIB News Share :

Petani tembakau demo tolak RPP

Jakarta— Asosiasi Petani Tembakau Indonesia (APTI) berunjuk rasa menolak RPP Pengamanan Produk Tembakau sebagai zat adiktif bagi kesehatan di depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM, Jalan Rasuna Sahid, Jakarta, Senin (1/3).

Peserta unjuk rasa tersebut sebagian besar berasal dari sejumlah daerah di Jawa Tengah, seperti Temanggung, Wonosobo, Magelang, Klaten,dan Kendal ini menamai aksi mereka, “Aksi Damai Petani Tembakau Indonesia”.

“Kami petani tembakau Indonesia menyatakan agar pemerintah melalui Departemen Hukum dan HAM dapat membatalkan RPP Pengamanan Produk Tembakau ini,” ujar Agus Setiawan, Sekjen APTI Biro Temanggung, dalam orasinya.

Agus menyatakan keberadaan RPP ini hanya mendikriminasi petani tembakau sehingga semakin sulit untuk memasarkan tembakau sebagai bahan baku rokok kretek.

“Hajat hidup petani terus-menerus terdesak oleh kebijakan pemerintah yang tidak adil, bahkan cenderung diskriminatif,” ujar Agus.

Sementara Danan Purnomo Sekretaris Direktorat Jenderal Peraturan Perudangan-Undangan Kementerian Hukum dan HAM yang menerima perwakilan pengunjuk rasa, menyatakan, draft RPP tersebut telah dikembalikan ke Departemen Kesehatan.

“Pada tahap harmonisasi Ditjen Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (PP-PL) menilai penyusunan RPP ini belum melibatkan stakeholder yang ada, termasuk APTI,” jelas Danan, saat menerima perwakilan pengunjuk rasa di depan Kantor Kementerian Hukum dan HAM.

Sebelumnya, ratusan pengunjuk rasa tersebut telah menggelar aksi di depan Kantor Kementerian Kesehatan, dan diterima oleh Bambang Sulistyo, Staf Khusus Bidang Politik Kebijakan Kesehatan dan Direktur Penyakit Tidak Menular  Prof Budi Sampurno.

ant/rif

lowongan pekerjaan
PT. SO GOOD FOOD, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…