Senin, 1 Maret 2010 19:25 WIB Karanganyar Share :

Pembebasan lahan tol tunggu anggaran

Karanganyar (Espos)–Pembebasan tanah proyek tol Solo – Mantingan I di Kabupaten Karanganyar hingga awal 2010 baru menyelesaikan sekitar 40%. Untuk kelanjutannya, saat ini panitia pengadaan tanah (P2T) setempat masih menunggu anggaran dari Pusat.

Wakil Ketua tim P2T tol Solo – Mantingan I Kabupaten Karanganyar, Margito menyebutkan ketersediaan anggaran merupakan kendala utama pembebasan tanah. Dikatakan dia, dari areal seluas 118,63 hektare yang harus dibebaskan di tiga kecamatan di Karanganyar, baru 47 hektare di antaranya yang telah dirampungkan.

“Sejauh ini yang sudah klir sekitar 40,11% dari total lahan seluas 118,63 hektare. Selebihnya 60% yang lain direncanakan akan mulai dibebaskan lagi awal Maret 2010 ini. Itu pun masih menunggu pencairan dana APBN karena anggarannya berasal pusat,” ungkapnya ditemui di ruang kerjanya di kompleks Perkantoran Setda Kabupaten Karanganyar, Senin (1/3).

Margito yang juga Asisten I Bidang Pemerintahan memaparkan, setidaknya ada sembilan buah desa di tiga kecamatan yang terkena proyek tol Trans Jawa di Karanganyar. Desa-desa itu adalah Ngasem dan Klodran di Kecamatan Colomadu, Desa Kemiri, Waru, dan Kebak di Kebakkramat, serta Karangturi, Wonorejo, Jeruksawit, dan Jatikuwung di Gondangrejo.

try

lowongan pekerjaan
PT. INDUKTURINDO UTAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Wacana Lama Densus Antikorupsi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Jumat (20/10/2017. Esai ini karya Hafid Zakariya, Ketua Program Studi Ilmu Hukum di Universita Islam Batik (Uniba) Solo. Alamat e-mail penulis adalah hafidzakariya@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Rencana pembentukan Detasemen Khusus Antikorupsi yang digulirkan kembali oleh…