Senin, 1 Maret 2010 13:14 WIB Internasional Share :

Pascagempa Chili, aksi penjarahan marak

Santiago—  Pemerintah Chili telah memberlakukan jam malam dan mengerahkan militer untuk memulihkan kondisi keamanan menyusul maraknya aksi penjarahan di sejumlah wilayah pascagempa bumi.

Sementara jumlah korban meninggal dunia akibat musibah gempa berkekuatan 8,8 SR di Chili hingga Senin (1/3) telah mencapai 708 jiwa.

Di kota Concepcion yang terkena dampak terburuk gempa bumi, sejumlah petugas pemadam kebakaran berupaya mengeluarkan korban selamat dari sebuah blok apartemen yang roboh.
Namun, upaya penyelamatan ini terhenti karena penyebaran gas air mata yang ditembakkan aparat keamanan ke arah penjarah.

Aksi penembakan gas air mata dilangsungkan setelah sejumlah orang mendatangi pasar swalayan yang telah roboh untuk menjarah barang-barang mulai dari microwave oven hingga susu kaleng.

Upaya untuk menentukan dampak kerusakan materi secara keseluruhan terhambat oleh gempa susulan yang terus merobohkan sejumlah gedung. Beberapa pejabat Pemerintah Chili menyebutkan, 500.000 rumah hancur atau rusak parah.

Presiden Chili Michele Bachelet menerangkan bahwa, setelah gempa, jumlah orang yang tidak diketahui nasibnya semakin banyak.

“Kami menghadapi bencana alam yang tidak terduga sehingga perlu upaya pemulihan yang sangat besar,” ungkap Bachelet setelah menghadiri rapat koordinasi dengan para menteri dan pimpinan militernya di Istana La Moneda yang juga mengalami retak seusai diterjang gempa.

kompas/rif

lowongan pekerjaan
PT. Jaya Sempurna Sakti, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Daya Beli Menurun

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Selasa (17/10/2017). Esai ini karya Ginanjar Rahmawan, mahasiswa Program Doktor Bidang Pemberdayaan Masyarakat dan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Universitas Sebelas Maret. Alamat e-mail penulis adalah Rahmawan@stiesurakarta.ac.id. Solopos.com, SOLO–Belakangan ini beberapa kawan saya yang…