Senin, 1 Maret 2010 18:30 WIB Sragen Share :

Massa demo lengserkan Bupati Sragen

Sragen (Espos)–Ribuan orang dari berbagai elemen masyarakat kembali menggelar aksi demonstrasi dengan melakukan longmarch dari Sekretariat Lingkar Kajian Kebijakan dan Strategi Perubahan Sragen (Lintas) ke Gedung DPRD, Mapolres dan berakhir di depan Kantor Dinas Bupati Sragen, Senin (1/3). Unjuk rasa berlangsung hingga pukul 16.30 WIB.

Aksi massa rakyat Sragen menggugat untuk melengserkan Bupati Sragen Untung Wiyono itu digelar dengan membawa atribut spanduk, poster bergambar foto Bupati Sragen yang dicela, bendera organisasi, peti mati putih dan sejumlah atraksi teatrikal. Sejumlah tukang becak, pedagang, lembaga swadaya masyarakat dan politikus Sragen bersatu turun ke jalan.

Mereka menyebut sejumlah pejabat Pemkab Sragen yang dinilai buruk kinerjanya, seperti Kepada DP2D Parsono, Kepala BKD Wahyu Widayat, Kepala Bappeda Darmawan, Sekda Kushardjono dan Direktur PDAM Aris Wahyudi. Massa memblokir jalan di depan Gedung Wakil Rakyat itu.

Perwakilan massa menemui Ketua DPRD Kusdinar Untung Yuni Sukowati didampingi Wakil Ketua Joko Saptono dan Giyanto. Dalam pembicaraan singkat,Ketua Dewan mengizinkan anggotanya untuk ikut serta dalam aksi demo. Anggota Dewan yang turut berdemo antara lain, Mahmudi Tohpati, Giyanto, Thohar Ahmadi, dan dua lainnya.

Dari kantor Dewan, massa bergerak ke Mapolres Sragen. Mereka diterima Kapolres AKBP Drs Jawari. “Dalam penanganan kasus dugaan ijazah palsu itu harus dikomunikasikan dengan Polda, karena pada tahun 2000 sudah ada laporan yang sama. Saya sudah memerintahkan Kasatreskrim AKP Y Subandi langsung ke Mapolda untuk berkoordinasi,” tegasnya.

Massa sampai di depan gerbang Setda Pemkab Sragen sekitar pukul 12.30 WIB. Mereka juga sempat membakar peti mati itu di depan personel Dalmas. Selama empat jam mereka berorasi menghujat Bupati Sragen dan sejumlah pejabat di bawahnya.

trh

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…