Senin, 1 Maret 2010 14:12 WIB News Share :

Generasi muda harus ikut miliki SO 1 Maret

Yogyakarta-– Walikota Kota Yogyakarta Herry Zudianto berharap generasi muda sebagai penerus bangsa bisa ikut memiliki peristiwa Serangan Oemoem (SO) 1 Maret 1949. Jadi peristiwa itu bukan hanya milik pejuang yang telah menjadi veteran saja.

“Beberapa tahun yang lalu, peringatan peristiwa SO 1 Maret hanya dihadiri para veteran, seolah-olah upacara itu hanya milik pelaku sejarah, pasukan WK III,” kata Herry Zudianto usai menjadi Pembina Upacara peringatan SO 1 Maret 1949 di Plaza Monumen SO 1 Maret Yogyakarta, Senin (1/3).

Menurut dia, peringatan peristiwa sejarah tersebut harus juga dapat dirasakan dan dimaknai oleh generasi muda sehingga nilai-nilai perjuangan para pejuang tersebut dapat diresapi dan ditiru oleh pelajar.

“Sudah dua generasi kehilangan nilai-nila perjuangan sejak peristiwa itu, tetapi kondisi yang dialami anak-anak sekarang, juga dipengaruhi orang tua. Semoga, nilai-nilai tersebut bisa dipulihkan dalam dua generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu salah pelaku sejarah dalam peristiwa SO 1 Maret 1949 Kapten S Soemarwan, 83 menyatakan, generasi muda memang sudah mulai kehilangan nilai-nilai kepahlawanan.

“Pemahaman mereka atas nilai-nilai kepahlawanan sudah mulai luntur, karena banyak gesekan-gesekan yang terjadi sejak peristiwa itu hingga sekarang,” kata Soemarwan.

ant/rif

lowongan pekerjaan
STAFF ADMINISTRASI & KEUANGAN, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Masyarakat Tertutup Era Keterbukaan

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (9/10/2017). Esai ini karya Ichwan Prasetyo, jurnalis Solopos. Alamat e-mail penulis adalah ichwan.prasetyo@solopos.co.id. Solopos.com, SOLO–Masyarakat tertutup mempertahankan keberadaannya melalui ketaatan mutlak kepada perintah yang diyakini benar, terlepas dari apakah kebenaran itu sudah diuji…