Senin, 1 Maret 2010 17:40 WIB Boyolali Share :

DBD telan satu korban jiwa


Boyolali (Espos)
–Dalam dua bulan pertama tahun 2010, yakni Januari dan Februari, jumlah kasus penyakit demam berdarah dengue (DBD) di Kabupaten Boyolali telah mencapai 141 kasus.

Dari angka tersebut, satu pasien akhirnya meninggal dunia. Hal tersebut dikemukakan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Yulianto Prabowo ketika ditemui wartawan di Boyolali, Senin (1/3).

“Puncak DBD pada tahun 2010 terjadi pada bulan Februari kemarin. Dua bulan pertama tahun ini, tercatat kasus DBD masing-masing sebanyak 81 kasus pada Januari dan 60 kasus pada Februari, dengan satu penderita meninggal dunia, yakni terjadi pada tanggal 25 Februari lalu di wilayah Pengging, Banyudono,” ungkapnya.

Dijelaskan Yulianto, bila dibandingkan dengan kasus DBD pada tahun 2008, jumlah kasus DBD tahun 2009 turun. Tahun 2008, jumlah kasus DBD secara keseluruhan tercatat sebanyak 381 kasus, sementara tahun 2009 jumlahnya turun menjadi 321 kasus.

“Kasus DBD pada tahun 2009 terjadi di 50 desa yang tersebar di 15 kecamatan di Kabupaten Boyolali,” terangnya.

Selain kasus DBD, Kasi Pemberantasan Penyakit Dinkes Kabupaten Boyolali, Edy Siswanto menambahkan Dinkes juga mencatat jumlah kasus penyakit chikungunya di wilayah Kota Susu dalam kurun waktu dua bulan terakhir mencapai 23 kasus.

“Kasus chikungunya tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Sambi dengan jumlah kasus sebanyak 23 kasus,” imbuh Edy.

sry

lowongan pekerjaan
Gramedia Surakarta, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…