Minggu, 28 Februari 2010 13:12 WIB News Share :

Relawan di lokasi longsor divaksin tetanus

Bandung–Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bandung, Jawa Barat, menyiapkan sekitar 600 vaksin tetanus untuk diberikan kepada seluruh tim evakuasi longor di Gunung Tilu Perbukitan Waringin, Kampung Dewata, Desa Tenjolaya, Kecamatan Pasir Jambu.

“Kemarin (Sabtu 27/2), Dinkes Kabupaten Bandung mengirimkan 600 vaksin tetanus ke sini. Vaksin ini akan diberikan kepada semua tim evakuasi,” ujar Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah Provinsi Jawa Barat, Ujdwana Prana Sigit, di Posko utama longor, Minggu (28/2).

Ia menjelaskan, tujuan utama pemberian vaksin tersebut untuk melindungi kesehatan dan daya tahan tubuh para tim evakuasi yang terdiri dari anggota polisi, TNI dan relawan nonpolisi serta non-TNI.

“Mereka (tim evakuasi) itu kan kerjaanya sangat rawan dan berisiko tinggi. Setiap saat berhubungan dengan mayat korban longsor dan di hari keempat pascalongsor ini kondisi mayat rata-rata sudah mulai tidak utuh. Oleh karenanya, untuk melindunginya, maka diberi vaksin ini,” katanya.

Selain untuk tim evakuasi, kata Udjwana, vaksin ini juga dapat digunakan bagi para wartawan yang meliput kejadian longsor. “Intinya vaksin ini akan diberikan kepada mereka yang melakukan kontak langsung dengan mayat korban longsor, termasuk untuk para wartawan. Kalau ingin mendapatkan vaksin ini silahkan datang ke Posko utama,” katanya.

Sementara itu, para pengungsi korban longsor mulai terserang berbagai penyakit.  Pengungsi yang sakit terus dipantau dan mendapat pengobatan gratis dari Dinas Kesehatan Kabupaten Bandung serta beberapa lembaga kesehatan lainnya seperti PMI.

Mayoritas pengungsi menderita penyakit gatal-gatal, sakit kepala, deman dan batuk. “Sejak hari kedua ngungsi, kaki ibu bentolan dan gatal semuanya, tapi Alhamdulilah sudah diobati sama petugas Dinkes,” kata salah seorang pengungsi yang ditemui di tenda pengunsian utama, Kokom, 34.

ant/rei

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…