Minggu, 28 Februari 2010 13:50 WIB News Share :

Panitia pemenangan komodo dibentuk

Jakarta–Panitia nasional pemenangan Taman Nasional Komodo sebagai salah satu keajaiban alam dunia alias new seven wonders of nature segera dibentuk.

“Kami sudah ajukan ke Presiden untuk membuat panitia nasional yang beranggotakan lintas institusi untuk pemenangan Komodo,” kata Direktur Sarana Promosi Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar), Esthy Reko Astuti, di Jakarta, Minggu (28/2).

Ia mengatakan, pihaknya telah mengusulkan kepada Presiden agar beberapa institusi bersinergi bersama dengan pemangku kepentingan industri pariwisata guna membentuk sebuah panitia nasional pemenangan Taman Nasional Komodo. Sejumlah institusi yang diharapkan dapat terkonsolidasi dalam satu kepanitiaan nasional di antaranya Kemenbudpar, Kementerian Kehutanan, Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Luar Negeri, Kementerian Pendidikan Nasional, dan Kementerian Lingkungan Hidup.

Menurut dia, jika sejumlah instansi itu memperjuangkan bersama kemenangan komodo sebagai keajaiban dunia maka bukan tidak mungkin satwa endemik NTT itu akan mendapatkan tempat sebagai salah satu keajaiban dunia baru. “Memenangkan Komodo hanya dapat dilakukan secara bersama-sama, bukan tanggung jawab Kemenbudpar saja,” katanya.

Esthy memperkirakan untuk dapat menempatkan TN Komodo sebagai salah satu pemenang dan menjadi keajaiban dunia baru versi alam membutuhkan sekurang-kurangnya 200 juta voter dalam polling new 7 wonders of nature. Sementara jumlah pengguna internet aktif di Indonesia hanya berkisar 25 juta orang. Oleh karena itu, Indonesia memerlukan peran aktif masyarakat dari luar negeri untuk turut serta menjadi voter Komodo.

ant/rei

lowongan pekerjaan
PT. SEJAHTERA MOTOR GEMILANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Vaksinasi dan Herd Immunity

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (16/12/2017). Esai ini karya Riris Andono Ahmad, Direktur Pusat Kedokteran Tropis Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada Yogyakarta. Solopos.com, SOLO–Heboh outbreak penyakit difteri dan rendahnya cakupan imunisasi karena penolakan kelompok anti vaksin menimbulkan keresahan…