Minggu, 28 Februari 2010 23:29 WIB Women Share :

Kualitas kelas kambing untuk para calon

Ada yang menarik pada pilihan media promosi para calon anggota legislatif (Caleg) dalam Pemilu yang lalu. Tak seperti para pebisnis yang lebih mementingkan kualitas bahan media untuk memromosikan produk dan tempat usaha mereka, para Caleg justru lebih memilih bahan dengan kualitas kelas kambing untuk menekan biaya kampanye.

“Untuk kampanye, sebagian besar Caleg lebih memilih menggunakan bahan berkualitas nomor dua karena lebih murah. Lagi pula pemakaiannya juga tidak terlalu lama, hanya beberapa bulan,” ungkap Anna Suprianingsih, frontdesk pada Natural Digital Printing. Demi permintaan khusus itu, Natural pun menyediakan barang kualitas khusus. Ada frontlite 260gram yang diberi sebutan super ekonomis dan frontlite 280 gram dengan gambar beresolusi standar yang disebut bahan ekonomis.

Sesuai nama paketnya, harga cetak spanduk dengan kedua bahan itu cukup ekonomis, yaitu Rp 20.000/meter untuk paket ekonomis dan Rp 15.000/meter untuk bahan super ekonomis. Kalau ukuran yang dipesan kurang dari satu meter, Anna mengaku perhitungan harganya pun disesuaikan sehingga klien tak perlu membayar untuk ukuran satu meter.

WarnaAd yang juga sempat menangani pesanan beberapa Caleg juga mengakui karakter khusus materi pesanan tokoh-tokoh yang berlaga dalam Pemilu. Menurut Pradhanie Rahayu, account manager WarnaAd, pilihan para Caleg itu wajar lantaran penggunaan media promosi mereka hanya dalam waktu singkat dan dalam jumlah besar. “Atribut kampanye Caleg kan diproduksi dalam jumlah sangat banyak, jadi wajarlah bila mereka juga memilih barang kualitas nomor dua untuk menghemat pengeluaran,” sebut dia.

Namun, ternyata spanduk, baliho dan banner bukan satu-satunya media yang kerap dipilih para calon dalam Pemilu untuk melakukan sosialisasi diri. Aneka bentuk media promosi lain juga kerap dipesan sekadar untuk memperkenalkan sosoknya kepada masyarakat. Sebut saja sebagai contoh, dengan menempelkan stiker ritramaberbentuk foto diri atau slogan dan lambang partai pada mobil. Serupa dengan kendaraan promosi beberapa perusahaan. Biaya gambar tempel semacam ini tak terlalu mahal, Rp 55.000 per meter untuk stiker biasa dan Rp 65.000 per meter untuk stiker dengan tampilan glossy.

Kalau ingin yang lebih menarik, media stiker one way vision juga layak dicoba. Stiker yang satu ini cukup unik. Karena setelah ditempeli stiker, kaca hanya bisa dilihat dari satu sisi. “Dari luar yang terlihat hanya gambar sesuai cetakan dan tak bisa melihat ke dalam, tapi dari dalam bisa melihat keluar,” kata Taofan Cahya Wibowo, penanggung jawab Mata Visual.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…