Minggu, 28 Februari 2010 23:10 WIB Kuliner Share :

Arisan di restoran? Oke juga!

Kata siapa arisan hanya bisa dilakukan di rumah? Menggelar arisan di restoran, seru juga rupanya. Tak perlu repot-repot menyiapkan hidangan, apalagi harus mencuci piring bekas saji. Cukup hubungi restoran langganan, lakukan pemesanandan undang teman-teman arisan untuk berkumpul. Suasana restoran yang cozy pun bisa membuat acara arisan sore hari makin seru.

“Bukan hanya untuk rapat, Goela Kelapa juga sering digunakan untuk tempat arisan beberapa komunitas. Biasanya, mereka melakukan reservasi tiga hingga sehari sebelumnya. Lantas, pada waktu yang sudah dijanjikan, mereka tinggal datang dan semua keperluan sudah kami siapkan,” sebut Mundhiarso, operational manager Goela Kelapa di Jl Menteri Supeno 3, Manahan, Solo.

Khusus untuk kegiatan seperti ini, Goela Kelapa memiliki tiga ruang khusus yang cukup privat. Jadi konsumen tak perlu risau apabila kehebohan arisan terganggu dengan kehadiran pengunjung lain. Ruang pertama adalah ruang makan Candra Kirana, lokasinya berada di tengah bagian belakang bangunan utama. Ditata dengan nuansa ala kolonial dengan kursi besar dari bahan beludru berwarna biru dan round table bercat putih serta view taman dan air terjun buatan. Ruangan berkapasitas delapan orang ini memang sangat nyaman. “Bukan hanya arisan atau rapat bisnis, beberapa rapat persiapan pernikahan juga kerap dilakukan di sini,” tambah Mundhiarso.

Ruang kedua adalah dua ruang bernuansa oriental yang tersambung berkapsitas 10 hingga 20 orang. Mau arisan dengan atmosfer tradisional? Ada pula pilihan Ruang Manggala yang dilengkapi dengan layar plasma untuk keperluan presentasi. Arisan di Goela Kelapa kurang lengkap rasanya bila tak mencoba berbagai hidangan berjulukan nyeleneh dari restoran ini. Yang terbaru, coba menu nasi bakar yang disajikan dalam kendil kecil yang dialasi daun pisang. Bagian dalamnya bisa diisi daging ikan tongkol, sapi, atau ayam sesuai keinginan. Saat tutup kendil dibuka, hmmmmw angi nasi bakar dan daun pisang langsung menyeruak. Lantaran disajikan dalam kendil tembikar, nasi akan selalu terjaga kehangatannya. Bonus lain, ada kerak nasi yang tertempel di bagian bawah dan sisi kendil, rasanya gurih seperti intip.

Lain Goela Kelapa lain pula suasana arisan yang ditawarkan Dapur Sreng, di Jl Honggowongso 86, Solo. Arisan di restoran yang mengusung konsep open space tradisional, paling asyik bila digelar di gazebo Dapur Sreng. Nyaris serupa dengan Goela Kelapa, nasi bakar ala Dapur Sreng kini juga sedang jadi primadona. Tapi disini, sajian nasi bakar tampil beda. Nasi bakar yang diolah dari nasi gurih itu dibungkus unik dengan menggunakan daun pisang. “Cara bungkusnya sengaja dibuat beda, bukan digulung dan dilipat di dua sisinya, tapi nasi diletakkan di bagian tengah daun lalu seluruh sisi daun disatukan dan dikucir,” jelas Wawan, salah satu waiterDapur Sreng.

Oleh: Esmasari Widyaningtyas, Fetty Permatasari

LOWONGAN PEKERJAAN
SUMBER BARU LAND, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…