internet
Sabtu, 27 Februari 2010 12:49 WIB Hukum Share :

Kondisi wartawan Trans7 korban perampokan membaik

Jakarta— Kondisi wartawan Trans7, Aprianti Mira Astuti yang menjadi korban perampokan di jembatan penyeberangan kini berangsur membaik. Mira telah menjalani operasi di mata kanan yang ditusuk oleh perampok saat berangkat kerja, Selasa malam, (23/2) .

“Sekarang sudah mendingan,” kata Mira ketika ditemui di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Jakarta, Sabtu (27/2)

Mira yang juga seorang editor itu menceritakan kejadian perampokan yang dia alami. Kejadian itu bermula saat dia berangkat kerja Selasa malam. Dia mengatakan, hari itu dia mendapat giliran malam. Karena sistem kerja di kantornya dibagi dalam tiga shift. Hari-hari sebelumnya, dia mengaku biasa pulang atau pun berangkat malam.

Malam itu saat kejadian, ketika berada di jembatan penyeberangan, dirinya sebenarnya merasa aman, karena berjalan bersama-sama seorang laki-laki. Mira berjalan di belakang laki-laki itu. Tapi ketika laki-laki itu sudah turun tangga mau turun,  Mira masih di pertengahan jembatan.

“Tiba-tiba dari belakang ada yang mendekap mulut saya,” tutur Mira.

Menurut Mira, sang pelaku tidak mengeluarkan sekecap kata pun ketika melakukan aksi kekerasan terhadapnya. Aksi itu dilakukan secara tiba-tiba dari belakang. Mira pun tidak bisa melihat wajah pelaku.

“Tiba-tiba seperti ada yang menyayat mata saya dengan cutter. Kepala saya dipukuli dengan batu,” kata dia.

Mira pun sangat menyesalkan kejadian itu. Mengapa sang pelaku tidak meminta dengan kata-kata. “Kenapa dia tidak menggertak dulu. Kalau begitu kan bisa saya kasihkan kalau dia meminta,” kata dia.

Karena tindakan brutal itu, Mira tidak bisa melihat lagi. Dia berusaha mencari bantuan dengan merangkak. “Saya tidak bisa melihat lagi, dengan merangkak sekuat tenaga saya meminta bantuan bapak-bapak di jalan,” kata dia.

“Akhirnya saya ketemu seorang bapak-bapak dan dipersilahkan duduk dan dipanggilkan polisi.”

Mira pun langsung dilarikan ke RS Medirtra, Jakarta. Setelah itu, Mira dibawa ke RS Mata Aini Setiabudi untuk mendapatkan perawatan mata yang terluka.

Namun, di RS Aini tidak ada ahli syaraf yang membantu operasi mata sebelah kanan yang dilukai pelaku itu. “Akhirnya saya langsung dibawa ke sini (RS Cipto Mangunkusumo). Kemudian dilakukan citiscan hasilnya tidak ada masalah, lalu kemarin dilakukan operasi. Sekarang alhamdulillah sudah mendingan tinggal pemulihan saja,” kata dia.

vivanews/rif

lowongan pekerjaan
PT.ARUTAMA BUMI STILINDO, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…