Jumat, 26 Februari 2010 07:56 WIB News Share :

Sebulan, 3 TKI asal Madiun tewas

Madiun–Jumlah Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Madiun yang meninggal di tempat kerjanya di luar negeri menunjukkan intensitas yang memperihatinkan. Dalam satu bulan terakhir terhitung sejak akhir Januari sampai akhir Februari ini, sudah tiga Tenaga Kerja Indonesia yang meninggal dunia karena sakit, kecelakaan kerja dan musibah.

Korban pertama adalah Siska Handayani, 28 tahun, asal Dusun Mbrubah, Desa Nglambangan, Kecamatan Wungu, Kabupaten Madiun yang bekerja di Singapura. Dia meninggal akibat penyakit TBC dan komplikasi 22 Januari 2010.

Lalu tanggal 1 Februari, TKI bernama Sumani, 43 tahun, asal Desa Suluk RT 09 RW4, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, tewas karena digigit ular phython saat bekerja di perkebunan yang berada di Kelantan, Malaysia.

Yang terakhir 20 Februari TKI bernama Danang Siswanto, 34 tahun, asal Desa Ketawang, Kecamatan Dolopo, Kabupaten Madiun, yang meninggal karena tersangkut mesin penghancur batu saat bekerja di Ampang Bukit Belacan, Selangor, Malaysia.

Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Madiun Suhartanto menghimbau agar Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) yang memberangkatkan TKI dan perusahaan tempat TKI bekerja mengkaji lagi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang diterapkan.

“Disnakertrans dan PJTKI memang berkewajiban memberikan penyuluhan tentang K3 tapi perusahaan tempat bekerjalah yang paling berperan penting dalam menerapkan K3 di lokasi kerjanya,” ujar Suhartanto, Kamis (25/2).

Suhartanto mengatakan selama tahun 2009, jumlah TKI asal Madiun yang meninggal mencapai enam orang dan kebanyakan karena kecelakaan kerja.

Menurutnya, tiap tahun, Madiun memberangkatkan rata-rata 2.500 TKI ke beberapa negara tujuan kerja terutama di Asia Tenggara dan Timur Tengah seperti Malaysia, Singapura, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan sebagainya.

Salah satu TKI asal Madiun yang bekerja di Malaysia, Muhamad Gufron, mengatakan jaminan K3 di tempat kerjanya sudah cukup baik. “Mungkin lebih karena kecerobohan atau kelalaian pekerja sendiri,” kata adik ipar Danang, salah satu korban TKI yang meninggal ini.

Dalam kasus meninggalnya Danang, Kepolisian Diraja Malaysia masih menyelidiki penyebab kecelakaan kerja korban. “Sisa gaji dan uang duka almarhum Danang sudah diberikan,” kata Gufron. Biaya pemulangan jenazah juga ditanggung juragan yang mempekerjakannya.

Sisa gaji yang dibayarkan sebesar RM 1.500 dan uang duka RM 6.500. Jika ditotal mencapai RM 8.000 atau sekitar Rp 20 juta.

tempointeraktif/fid

Furniture Export Company Needs Urgently, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Leave a Reply


Iklan Cespleng
  • MOBIL DIJUAL TERIOS TS’2008,Mulus/Gagah R18,Comp AC Baru,Silver,125JtNego, Hub=085640166830 (A001…
  • LOWONGAN CR SALES Konveksi,Wanita,Usia 24-38Th,Gaji Pokok+Uang Makan+Bensin+Bonus.Hub:DHM 082134235…
  • RUMAH DIJUAL DIJUAL RUMAH Sederhana,Jl,Perintis Kemerdekann No.50(Utara Ps.Kabangan)L:12×7 Hub:081…
Lihat Semua Iklan baris!

Kolom

GAGASAN
Kemanusiaan Keluarga Polk

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/9/2017). Esai ini karya Anindita S. Thayf, seorang novelis dan esais yang tinggal di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah bambu_merah@yahoo.com. Solopos.com, SOLO — Persekusi terhadap warga Rakhine etnis Rohingya di Myanmar…