Selasa, 23 Februari 2010 09:50 WIB Karanganyar Share :

Bencana longsor ancam warga Guyon

 

Karanganyar (Espos)–Tanah ambles di Dukuh Guyon Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu, kian mengancam puluhan kepala keluarga (KK) di wilayah setempat. Hal itu menyusul munculnya retakan baru di empat lokasi berbeda akibat hujan lebat, pekan lalu.
Lokasi retakan baru adalah di lingkungan RT 01 dan RT 02/RW III Desa Tengklik. Belasan KK yang merasa resah dengan ancaman bencana itu bahkan memilih pindah ke dukuh/desa lain di sekitarnya yang dinilai relatif lebih aman dari gangguan bahaya serupa.
”Secara keseluruhan ada sebanyak 33 KK yang terancam longsor akibat ambles dan retaknya tanah di Guyon. Namun sejauh ini sudah ada beberapa keluarga yang pindah karena takut terkena bencana itu, sedang sebagian lainnya masih bertahan,” ungkap salah seorang warga RT 01/RW 03 Dukuh Guyon Desa Tengklik, Ny Sumanto, 42, ditemui Espos di rumahnya, Senin (22/2).
Isteri Kepala Dusun (Kadus) Guyon itu menuturkan, munculnya retakan dan tanah ambles di dukuhnya karena pergerakan permukaan tanah selama beberapa tahun terakhir. Kali pertama terjadi pada tahun 2007, ujarnya, fenomena itu menimbulkan kepanikan segenap penduduk setempat. Terlebih ketika bencana yang sama mengakibatkan amblesnya tanah hingga sekitar tiga meter di 2008.
Ditemui terpisah warga RT 02/RW III, Karto Wagiman, menyatakan hal serupa. Menurutnya, banyak warga Guyon yang memilih pindah karena selalu dihantui ancaman longsor. Apalagi pada bulan-bulan tertentu dengan curah hujan cukup tinggi. ”Saya sendiri pindah ke Dukuh Ngemplak, tetapi di wilayah bagian barat, soalnya misalnya terjadi longsor larinya ke Ngemplak timur.”
Pada bagian lain, warga lain RT 01/RW III, Karto Kardi, 72, menyatakan setidaknya ada empat lokasi retakan baru di dukuhnya. Dua di antaranya menerjang dan merusak tiga ruas jalan dukuh berbeda yang telah dibeton dengan panjang belasan meter. Sedangkan satu lainnya terjadi di areal kebun warga RT 01. Di lokasi terakhir, meski tidak cukup besar, retakan tanah tak kurang dari lima meter.

try

LOWONGAN PEKERJAAN
PT. SEMBADA AGUNG PRATAMA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Solusi Kemanusiaan untuk Jerusalem

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (13/12/2017). Esai ini karya Mudhofir Abdullah, Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Surakarta. Alamat e-mail penulis adalah mudhofir1527@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Pernyataan sepihak Presiden Amerika Serikat Donald Trump atas Jerusalem sebagai ibu kota Israel yang…