Senin, 22 Februari 2010 22:33 WIB Kuliner Share :

Pencegah keriput sampai bumbu masak

Manfaat yoghurt bagi kesehatan kelewat sering disebut-sebut. Sejumlah sumber membeberkan bahwa yoghurt kaya akan protein, kalsium —The Wellness Encyclopedia (1991) menyebutkan bahwa setiap 227 gr yoghurt mengandung 275-400 mg kalsium, vitamin B, zat besi yang berkhasiat menurunkan risiko darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol jahat, menyembuhkan radang sendi, mencegah osteoporosis dan cocok dikonsumsi intolerir susu.

Bahkan, pemenang Nobel Kedokteran 1908, Ellie Metchnikoff, menyimpulkan bahwa ada korelasi positif antara mengonsumsi yoghurt dengan panjang umur. Terbukti, penduduk Balkan sebagai objek penelitian Ellie, yang banyak mengonsumsi yoghurt mempunyai usia yang panjang yakni rata-rata 87 tahun. ”Iya, katanya selain memperlancar pencernaan juga bisa menghaluskan kulit dan mencegah penuaan dini,” ujar salah seorang penggemar Froyo, Rischa Mukaromah, saat ditemui Espos di gerai Sourdelight, Selasa (9/2).

Kebiasaan mengonsumsi yoghurt yang mengandung bakteri aktif, memang ampuh untuk mencegah terjadinya keracunan akibat radikal bebas sebagai penyebab kanker dan penuaan dini. Lebih luas, ternyata cita rasa yoghurt yang asam dan segar juga cocok untuk menambah kelezatan masakan. Penambahan plain yogurt dalam bumbu perendam saat akan membuat satai maupun olahan daging semacam ayam tandori atau shish kebab dijamin bakal melejitkan aroma gurih daging. ”Dagingnya juga akan terasa lebih empuk ketimbang daging tanpa rendaman yoghurt,” terang Eksekutif Chef The Sunan Hotel, Yoppie Mochtar.

Menurut Yoppie, keasaman yoghurt itulah yang membuat daging menjadi lebih empuk dan merangsang semua kegurihan daging meledak-ledak. ”Sama seperti halnya mengempukkan kulit wajah saat yoghurt digunakan sebagai masker,” katanya.

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.NSC FINANCE, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…