Senin, 22 Februari 2010 22:52 WIB Kuliner Share :

Membuat sendiri juga bisa

Yoghurt terbentuk dari susu yang kemudian ditambahkan dengan bakteri yang akan membentuk asam laktat. Bifidobacterium sp., Lactobacillus sp atau bakteri Streptococcus thermophilus dan Lactobacillus bulgaricus merupakan bakteri yang biasa digunakan dalam proses pembuatan yoghurt. Bakteri-bakteri itulah yang menyulut proses fermentasi. Menyulap laktosa pada susu menjadi asam laktat. Imbas dari proses pengasaman tersebut, protein pada susu pecah. Sehingga susu menjadi kental. Susu berwujud kental dengan rasa asam inilah bentuk yoghurt dasar atau yoghurt asli tanpa rasa yang juga disebut plain yogurt.

Nah, bagi pencinta yoghurt ataupun malah ingin menjajal berbisnis yoghurt, frozen yogurt (Froyo) seperti yang tersedia di gerai-gerai yoghurt juga bisa dibuat sendiri. “Caranya gampang saja, apalagi plain yogurt sekarang sudah banyak tersedia,” ujar Eksekutif Chef The Sunan Hotel, Yoppie Mochtar.

Cara membuatnya menurut Yoppie, sebanyak satu liter susu murni dipanaskan sampai hangat-hangat kuku. Baru kemudian didiamkan hingga mencapai suhu ruang. Jika sudah demikian, campurkan dengan 250 ml plain yogurt dan aduk sampai merata. Lalu, taruh dalam wadah tertutup dan tempatkan di tempat yang hangat atau pada alat penghangat, lantas diamkan selama kurang lebih empat sampai lima jam.

Seusai dihangatkan, yoghurt didinginkan kembali sampai mencapai suhu ruang, baru kemudian disimpan di lemari es. Setelah bentuknya berubah menjadi padat, barulah disantap dengan pendamping aneka buah, selai maupun madu. Yoghurt ala dapur sendiri jika disimpan dalam lemari es bisa tahan selama satu minggu.

”Dan usahakan selalu tersimpan dalam kondisi tertutup dan tak boleh terlalu lama mendiamkan di suhu ruang karena mudah rusak,” ujar Yoppie. Yoppie juga menyarankan untuk mendapatkan manfaat maksimal yoghurt sebaiknya juga dikonsumsi secara kontinyu. Makanya, di The Sunan Hotel sendiri, lanjut Yoppie yoghurt juga menjadi menu sarapan favorit. Mulai dari anak-anak sampai lanjut usia. ”Kalau dulu sarapan biasanya dengan nasi goreng, sekarang lebih sehat sarapan dengan yoghurt,” katanya mensugesti.

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

LOWONGAN PEKERJAAN
FORTUNA STEEL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…