Senin, 22 Februari 2010 20:36 WIB Kesehatan Share :

Kalau asal jamah malah parah

Kalau ada jerawat di wajah, tangan rasanya ikut-ikutan gatal untuk menggaruk, memencet atau sekadar mengelus sang benjolan mungil itu. Apakah Anda termasuk golongan orang hobi “beramah tamah” dengan jerawat? Bila iya, bersiaplah menghadapi infeksi jerawat yang lebih parah. Betapa tidak, menurut dr H Panji Widayat, konsultan medis di Natasha Skin Care, kebiasaan memencet jerawat yang belum matang dan mengutak-atik jerawat bisa memperparah peradangan. “Memencet jerawat dengan tangan kotor atau alat yang tidak steril justru membuka akses bagi kuman untuk masuk. Akibatnya jerawat makin parah,” ungkapnya.

Anda mungkin tidak usil mengutak-atik jerawat, tetapi justru hobi berburu obat jerawat yang dijual bebas di pasaran. Kebiasaan coba-coba ini juga tidak menjamin kesembuhan jerawat. Sebaliknya, apabila produk yang digunakan tidak cocok, justru bisa menimbulkan alergi dan efek samping lainnya. “Masalahnya, kita tidak tahu pasti apa kandungan obat jerawat yang dijual bebas. Kalau kulitnya tidak sensitif ya tidak masalah. Tapi untuk kulit sensitif, memakai sembarang obat malah bisa jadi bumerang,” kata dr Andriana Dwi Yulianti dari Mellisa Hair and Beauty Clinic.

Cara terbaik untuk menangani jerawat, lanjut Panji dan Andriana, adalah dengan berkonsultasi dengan dokter. Para ahli inilah yang nantinya akan menentukan penanganan terbaik yang disesuaikan dengan jenis kulit Anda. Biasanya, penanganan jerawat diawali dengan pembersihan (facial). Pada kasus jerawat yang cukup parah, dokter sering kali menawarkan pengobatan dengan dua cara, yaitu dengan pemberian krim oles dan obat oral berupa antibiotik. Lalu, perawatan diteruskan perawatan lanjutan untuk menyingkirkan bakteri penyebab jerawat dan menghilangkan bekasnya.

Bersyukurlah dengan kemajuan teknologi, sebab, kini, bekas jerawat yang parah bisa disamarkan dengan banyak metode pilihan seperti dermaroller, microdermabrasi hingga perawatan dengan sinar laser. “Jerawat yang ditangani dengan benar bisa dipastikan tidak akan meninggalkan bekas yang parah. Jadi perawatan lanjutannya juga lebih sederhana dan tidak mahal,” jelas Panji. Satu hal yang penting diperhatikan dalam penanganan jerawat adalah jangan coba-coba jadi dokter bagi diri sendiri. Bereksperimen mencoba berbagai resep ramuan obat yang diperoleh dari mulut ke mulut tidak dapat menjamin kesembuhan total jerawat.

Berbagai mitos seperti penggunaan madu dan bawang putih untuk mengobati jerawat memang terkesan lebih mudah dan murah. Tetapi cara itu belum tentu bisa menuntaskan problem jerawat.

Oleh: Fetty Permatasari, Esmasari Widyaningtyas

lowongan pekerjaan
BPR SAMI MAKMUR, informasi selengkapnya KLIK DISINI
Loading...

Kolom

GAGASAN
Musik Pop dan Nikah Muda

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Sabtu (21/10/2017). Esai ini karya Udji Kayang Aditya Supriyanto, peminat kajian budaya populer dan pengelola Buletin Bukulah! Alamat e-mail penulis adalah udjias@gmail.com. Solopos.com, SOLO — Saat isu komunisme (lagi-lagi) diangkat ke publik sekian waktu lalu,…