Senin, 22 Februari 2010 16:06 WIB Internasional Share :

Jumlah korban menara mesjid ambruk jadi 41 tewas

Maroko-– Jumlah korban tewas akibat ambruknya menara mesjid kuno di pusat Kota Meknes, Maroko, hingga akhir pekan lalu bertambah menjadi 41 orang.

Sementara PBB menyatakan kesedihan dan prihatin atas musibah yang terjadi di Maroko tersebut.

Korban tewas akibat tertimpa reruntuhan menara masjid saat menunaikan shalat Jumat, Mesjid yang berlokasi di pusat kota Meknes itu bernama Bab el Bardiyine, yang tergolong situs warisan budaya dunia.

“Saya sangat sedih dengan korban yang jatuh saat menunaikan ibadah di masjid,” kata Direktur Jenderal UNESCO, Irina Bokova, dalam pernyataan tertulis seperti dikutip dari laman Pusat Informasi PBB, Senin (22/2).

“Seperti yang diindikasikan dengan segera oleh Yang Mulia Raja, kejadian ini akan direspon dengan melakukan pemeriksaan terhadap kondisi masjid-masjid kuno Maroko,” kata Bokova.

UNESCO akan mendukung upaya pemerintah Maroko untuk mencegah ancaman risiko lebih lanjut di masjid Lalla Khenata dan juga di situs-situs kuno lain. UNESCO siap mengirimkan para ahli dari berbagai negara untuk membantu mempercepat proses diagnosis dan siap berkomunikasi dengan pemerintah Maroko.

Sementara itu, kantor berita MAP memberitakan, kepolisian akan menyelidiki peristiwa ini. Sebagian besar dari sekitar 300 jamaah tertimpa reruntuhan.

“Penyelidikan tersebut akan membantu melindungi kepentingan para korban,” kata Menteri Kehakiman Maroko kepada MAP.

vivanews/rif

Lowongan Pekerjaan
QUALITY CONTROL, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Kanibalisasi Akademis

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Kamis (11/01/2018). Esai ini karya Abdul Gaffar, mahasiswa Program Doktoral Psikologi Pendidikan Islam Universitas Muhamamdiyah Yogyakarta. Alamat e-mail penulis adalah c.guevar@yahoo.com. Solopos.com, SOLO–Dunia akademis (kampus) dihebohkan dengan isu kapitalisasi dan kanibalisasi akademis sebagai akibat…