Minggu, 21 Februari 2010 19:38 WIB News Share :

Nelayan tewas tenggelam di Rawa Pening

Ungaran (Espos)–Nelayan karamba asal Kampung Kedungringis, Dusun Kumpulrejo, Desa Candirejo, Kecamatan Tuntang, Kabupaten Semarang, Joko Krisanto, 25, dilaporkan tenggelam di Rawa Pening, Sabtu (20/2) sore. Korban akhirnya berhasil ditemukan namun sudah dalam keadaan tewas.
Menurut Ketua SAR Buser Kabupaten Semarang, Didik Singgih Hadi, Minggu (21/2), sebenarnya korban tenggelam tiga orang termasuk korban, yakni Eko dan Ari. Ketiganya naik dalam satu perahui sebelum akhirnya terbalik dan tenggelam. “Namun kedua teman korban berhasil menyelamatkan diri, dan tak berhasil menolong korban,” ungkapnya.
Kejadian itu berawal saat korban bersama Eko dan Ari yang bertetanggaan, Sabtu sore sekitar pukul 17.30 WIB hendak pergi melihat karambanya yang berada sekitar satu kilometer dari daratan. Saat itu kondisi baru saja reda hujan lebat. Mereka menaiki satu perahu.
Saat tiba di lokasi kejadian yang merupakan pertemuan tiga arus sungai, muncul luapan air dan membentuk pusaran. Perahu kecil yang digunakan oleh korban dan kedua rekannya terbalik. Ketiganya sempat terseret pusaran air, namun Eko dan Ari berhasil menyelamatkan diri dengan berpegangan pada perahu. Sedangkan Joko, akhirnya tenggelam.
Hingga Sabtu tengah malam, korban belum berhasil ditemukan tim SAR yang menerjunkan dua perahu karet bermotor. Pencarian pun dihentikan hingga pagi hari. Sekitar pukul 13.30 WIB jasad korban baru ditemukan dalam keadaan tertelungkup dan tak bernyawa.

kha

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…