Sabtu, 20 Februari 2010 11:59 WIB News Share :

SBY diminta berani tindak yang terlibat kasus Century

SBY diminta berani tindak yang terlibat kasus Century

Jakarta— Kasus Bank Century sampai saat ini masih menjadi perhatian masyarakat. Baik hasil akhir Panitia Angket Century maupun sikap pemerintah di bawah kepemimpinan Susilo Bambang Yudhoyono. Gerakan Keadilan Sosial (Geraks) mengatakan, saat ini masyarakat tengah menunggu komitment Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk membuka seterang-terangnya kasus Bank Century.

Menurut Ketua Geraks, Suriswanto, masyarakat mengharapkan Presiden SBY akan memenuhi komitmen tersebut, meski harus menyingkirkan orang-orang terdekat dan pendukungnya.

“Kini masyarakat tengah tunggu komitmen Presiden yang mengatakan akan membuka secara terang bederang kasus Century,” ujarnya di Jakarta, Sabtu (20/2).

Untuk itu Geraks menghimbau kepada Partai Demokrat untuk mendukung komitmen Presiden SBY ini.

“Sebab kita melihat dengan dekatnya masa akhir kerja pansus lobi-lobi yang dilakukan Demokrat sangat gencar, ini menciderai komitmen Presiden SBY,” ujarnya.

Menurut Suriswanto saat ini ada dua hal yang dipertaruhkan oleh Presiden SBY. Pertama, membuktilan seperti apa yang dikatakannya bahwa tidak satu sen pun ada dana Century yang diterimanya dan partainya.

Yang kedua menurutnya sebagai Presiden yang terpilih langsung, SBY harus pertaruhkan namanya benar-benar bersih.

“SBY harus buktikan itu. Keputusannya untuk membuka kasus ini terang benderang harus dilaksanakan karena ini mempertaruhkan nama baiknya,” tegasnya.

Menurut Suriswanto. jika Presiden tidak bisa membuktikan komitmenya bukan tidak mungkin SBY akan jatuh.

Cara untuk membuktikan itu adalah dengan tidak ada lobi politik, dan siapapun baik pembantunya, orang dekatnya bahkan pendukungnya yang yerlibat kasus ini harus dia berani tindak, diberhentikan hingga dimasukan ke penjara jika memang bersalah.

Geraks juga mengatakan, Presiden tidak perlu merasa takut dengan barisan sakit hati jika dia memberhentikan, dan menghukum orang-orang yang bersalah.

“Ini pertaruhan buat dia (SBY), tidak perlu takut, tidak perlu takut juga dengan kepentingan luar, jika demikian rakyat pasti akan mendukungnya,” ujar Suriwanto.

Untuk partai-partai didalam Parlemen, Suriswanto juga mengatakan agar semuanya tidak perlu takut untuk mengungkap kebenaran. “Jika mereka risih dengan tekanan yang ada dalam membongkar skandal ini lebih baik mereka keluar dari pemerintahan, dari pada harus membuat ini menjadi politik dagang sapi,” ujarnya.

inilah/rif

lowongan pekerjaan
CV MITRA RAJASA, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…