Sabtu, 20 Februari 2010 19:16 WIB News Share :

Presiden senang, ada kemajuan siginifikan pemenuhan hak sipil etnis Tionghoa

Jakarta-– Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan, pemerintah akan menjamin penuhi hak-hak sipil ummat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2006 tentang Kewarganegaraan Indonesia

“Sebagai Kepala Negara, saya juga merasa amat senang karena terdapat kemajuan yang signifikan dalam pemenuhan hak-hak sipil ummat Khonghucu,” ujar Presiden dalam Perayaan Tahun Baru Imlek 2561 di Jakarta Convention Centre (JCC), Sabtu (20/2).

Presiden mencontohkan catatan sipil untuk pernikahan penganut Khonghucu pada prinsipnya sudah tidak ada masalah. “Bahkan, Pendidikan agama Khonghucu juga telah diatur oleh Peraturan Menteri Agama,” katanya.

Tahun Baru Imlek, kata Presiden, memiliki multi arti dan makna baik dari aspek agama, sosial, budaya maupun astronomis yang sangat berarti bagi ummat Khonghucu dan masyarakat Tionghoa dalam membangun kehidupan yang lebih sejahtera.

“Tahun baru Imlek juga merupakan momentum yang tepat untuk melakukan introspeksi. Saat yang tepat pula untuk terus melakukan transformasi diri menuju masa depan yang lebih baik dan lebih bermakna,” katanya.

Presiden mengharapkan perayaan ini dapat kembali kita gunakan untuk membangun kebersamaan dan kehidupan berbangsa yang harmonis serta penuh ikatan persaudaraan satu sama lain.

“Kita harus mempergunakan setiap momentum untuk terus memperkokoh dan menyuburkan kebersamaan di antara sesama warga bangsa. Bukan justru untuk saling bertengkar dan berselisih,” tegas Presiden

tempointeraktif/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…