Sabtu, 20 Februari 2010 11:34 WIB Hukum Share :

Polisi masih mendalami buron Narkoba lompat dari apartemen

Jakarta— Kepolisian Resort Depok bersama dengan Polres Jakarta Pusat dan Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya, Sabtu (20/2), masih mendalami jaringan badar narkoba yang nekat lompat dari Apartemen Menara Edelwies, Jalan Rajawali Selatan, Sawah Besar, Jakarta Pusat.

Kepala Polisi Resor Depok, Komisaris Bes Saidal Mursalin di lokasi kejadian mengatakan, pengungkapan berawal saat petugas menangkap tersangka Narkoba, Yang-Yang, Minggu (7/2) lalu.

Tersangka kemudian mengaku mendapat narkoba dari Suli, yang kemudian juga ditangkap dan barulah mengakui bahwa bandar dari jaringan meraka adalah Gow Edy bukan Dhi Gau Edi seperti berita sebelumnya.

Buron Narkoba, Gow Edy rencananya akan ditangkap setelah petugas mengatur pertemuan dan memesan sekitar 20 butir ektasi.

“Anggota kami bersembunyi di ruangan, begitu akan ditangkap, tersangka menuju ke arah jendela dengan kecepatan tinggi lalu melompat,” ujar Kapolres.

Hingga kini polisi masih mendalami jaringan Gow Edi dan masih mencari barang bukti lain dari kamar apartemen koban.

“Tersangka lain masih diperiksa dan mintai keterangan. Saat ini jenazah sudah dikirim ke RSCM,”  tandasnya.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.Japantech Indojaya, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…