Selama dua hari, Kota Semarang diguncang perampokan

Semarang (Espos)–Selama dua hari, Kamis-Jumat (18-19/2) Kota Semarang digoyang aksi perampokan. Perampok berhasil menyikat uang tunai puluhan juta dan barang berharga lainnya dari para korban.

Tidak hanya itu, dalam melakukan aksinya perampok yang lebih dari satu orang juga bertindak sadis dengan melukai korban menggunakan senjata tajam (Sajam).

Kasus perampokan terakhir menimpa Ngatini, 37, warga Dusun Babatan Kelurahan Gondangsari, Kecamatan Pakis, Magelang, Jumat (19/2).

Korban menderita luka bacok di bagian lengan kanan dan kepalanya, sehingga harus menjalani perawatan di ruang Unit Gawat Darurat (UGD) RSUP dr Kariadi, Semarang.

Keterangan yang dihimpun Espos dari berbagai sumber menyebutkan, kejadian itu bermula saat Ngatini hendak menengok cucunya di Karangsari Gunungpati, Kota Semarang.

Ketika korban turun dari angkutan di depan Pasar Sampangan, sekitar pukul 04.00 WIB, secara tiba-tiba dipepet dua orang lelaki berboncengan sepeda motor.

Tanpa banyak tanya, dua lelaki yang ternyata perampok langsung mengancam menggunakan Sajam parang, serta meminta tas yang dibawa perempuan paruh baya tersebut.

Ngatini berupaya mempertahankan tas berisi uang tunai Rp 2 juta, perhiasan emas seberat 8 gram, Ponsel Nokia tipe 1208, dan surat-surat berharga, dibabat parang penjahat.

Perempuan naas itu pun tersungkur di jalan dengan menderita luka pada bagian tangan dan kepala. Setelah berhasil merampas tas Ngatini, kawanan perampok kabur.

Warga sekitar dan tukang ojek yang mengetahui kejadian itu, segera membawa korban ke UGD RSUP dr Kariadi guna mendapat perawatan.

“Tak tahu kejadiannya, hanya saya melihat seorang perempuan terkapar di jalan berlumuran darah, langsung dibawa ke UGD RSUP dr Kariadi,” ujar salah seorang saksi.

Sementara Ngatini dalam keterangannya kepada petugas Polwiltabes Semarang mengungkapkan berangkat dari Magelang pukul 02.00 WIB.

“Saat turun dari angkutan didatangi dua orang lelaki membawa parang meminta tas, karena takut tas saya berikan. Saya hanya minta agar Ponsel tak diambil, tapi malah diparang,” paparnya.

Sebelumnya pada Kamis (18/2), kawanan perampok bersenjata tajam menggasak uang tunai senilai Rp 79 juta yang dibawa Dwi Ari Handayani karyawati perusahaan pengolahan kayu PT Global Timber, Jl Plamongsari No 88 Semarang.

Warga Perumahan Bangetayu Asri Blok D No 2 RT 10 Kelurahan Bangetayu, Genuk, Semarang dirampok di depan kantor PT Globar Timber Jalan Plamongsari No 88 Semarang, seusai mengambil uang di Bank BCA cabang Majapahit Semarang.

Dwi Ari Handayani yang sempat mempertahankan uang mengalami luka tangan sebelah kanan karena terkena sabetan senjata tajam jenis gobang yang digunakan perampok.

Dua kasus perampokan ini masih dalam penyelidikan petugas Polwiltabes Semarang.

oto

Editor: | dalam: News |
Iklan Cespleng
Menarik Juga »