Jumat, 19 Februari 2010 12:25 WIB Internasional Share :

Sebelum tabrak gedung pajak, pilot bakar rumah

Amerika– Dugaan sementara Joseph A Stack, 53 sengaja bunuh diri dengan menabrakkan pesawatnya ke gedung pajak milik pemerintah, IRS. Yang lebih mengejutkan lagim, sebelum menabrak gedung, Joe ternyata juga membakar rumahnya.

Lokasi rumah Joe yang dibakarnya itu terletak sekitar 6 mil atau sekitar hampir 10 km dari lokasi gedung yang ditabrak pesawat, Austin, Texas, Amerika Serikat, Jumat (19/2).

Tetangga Joe melihat ledakan dari dalam rumah yang bermotif batu bata merah itu. Rumah yang berada di jalan tree-lined itu berada di tengah-tengah pemukiman.

Elbert Hutchins, tetangga yang berjarak satu rumah dengan Joe mengatakan, kebakaran terjadi sekitar pukul 09.15 pagi waktu setempat. Insiden pesawat tabrak gedung sendiri terjadi sekitar pukul 10.00.

Istri dan putri dari Joe sempat terlihat menyelamatkan diri dari kebakaran, sebelum tim pemadam kebakaran tiba.
“Keduanya sangat kebingungan. Terlihat putus asa dan berteriak itu rumah kita, itu rumah kita,” kata Hutchins, seorang pensiunan yang tidak begitu mengenal keluarga Joe.

Petugas Palang Merah setempat Marty McKellips mengatakan, tim sudah memberikan tindakan kepada istri dan putri Joe yang selamat dari kebakaran.

Joseph A Stack pilot nekat menabrakkan pesawatnya ke gedung kantor IRS, lembaga pajak milik pemerintah AS. Untuk sementara, polisi menyimpulkan motif Stack adalah marah dan kesal kepada pemerintah.

Pesawat bermesin tunggal Piper Cheroke yang dikemudikan Stack itu terbang rendah pada Kamis 18 Februari 2010, sebelum jam 10 pagi, atau Kamis jelang tengah malam waktu Indonesia.

vivanews/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Bagian Legal, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…