Jumat, 19 Februari 2010 11:22 WIB Ekonomi Share :

Pasar lesu, ratusan perajin tenun menganggur

Pekalongan– Kondisi pasar saat ini yang sedang lesu menyebabkan, sekitar 500 perajin tenun dengan menggunakan alat tenun bukan mesin (ATBM) di Kecamatan Buaran, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Seorang perajin setempat, Watriyah, Jumat (19/2) mengaku, hampir enam bulan terakhir aktivitas kerajinannya nyaris tidak beroperasi karena tidak ada pesanan dari calon pembeli.

“Banyak perajin menganggur karena aktivitas kerajinan menggunakan ATBM di kecamatan ini sudah mulai berhenti setelah Lebaran 2009 hingga Januari 2010,” ungkapnya.

Produk mereka antara lain kerajinan tenun dengan bahan baku enceng gondok seperti keset dan taplak meja, serta kerajinan dengan bahan baku akar wangi.

Ia mengatakan, pesanan kerajinan itu biasanya mencapai puncak menjelang Lebaran tetapi kini permintaan barang tersebut nyaris lesu.

Seorang perajin lainnya, Afif, juga mengatakan, sebagian kecil perajin lain, tetap mencoba bertahan dengan tetap berproduksi.

“Kami menduga ini karena berlakunya pasar bebas sehingga barang sejenis ini juga banyak beredar di pasaran,” katanya.

Seorang distributor kerajinan tenun, Nurkholik, mengatakan, lesunya permintaan kerajinan itu sudah terjadi selama enam bulan terakhir.

“Kondisi ini memang merupakan tantangan bagi perajin untuk berkreasi agar barang yang dijualnya bisa bersaing dengan produk kerajinan lainnya yang ada di pasaran,” katanya.

ant/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
Tegar Transport Hotel Paragon Solo, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Elite Oligarki dalam Demokrasi

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Rabu (6/12/2017). Esai ini karya Lukmono Suryo Nagoro, editor buku yang tinggal di Kota Solo. Alamat e-mail penulis adalah lukmono.sn@gmail.com. Solopos.com, SOLO–Dari manakah asal elite politik Indonesia pascareformasi ini? Sejak awal masa reformasi elite…