Kamis, 18 Februari 2010 17:28 WIB Hukum Share :

Terima putusan kasasi, jaksa panggil Slamet

Solo (Espos)--Kejaksaan Negeri (Kejari) Solo akan melayangkan surat panggilan untuk melakukan eksekusi terhadap mantan Walikota Solo Slamet Suryanto yang menjadi terpidana kasus dugaan korupsi Anggaran Biaya Tambahan (ABT) 2003.

Langkah itu diambil setelah jaksa menerima salinan putusan Mahkamah Agung (MA) dari Pengadilan Negeri (PN) Solo, Kamis (18/2).

Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Solo, Sigit Kristanto SH menegaskan, pihaknya telah mendapatkan salinan putusan dari PN Solo.

“Hari ini sudah kami terima salinan putusannya. Kami akan mengikuti prosedur formal dalam eksekusi yaitu melakukan panggilan terhadap terpidana,” ungkap Sigit kepada wartawan di PN Solo.

Dia mengatakan, salinan putusan itu menjadi landasan jaksa untuk melakukan eksekusi. Sesuai dalam Kitab Undang-undang Hukum Acara Pidana (KUHAP), kata dia, setelah ada putusan hukum yang tetap maka jaksa harus segera melakukan eksekusi.

Sigit mengatakan, pemanggilan terhadap mantan orang nomor satu di Solo itu bisa dilakukan sebanyak tiga kali. Mengenai pemanggilan itu, kata dia, Slamet akan diminta datang ke Kantor Kejari Solo untuk eksekusi.

“Seperti dulu terhadap Agung Hastho itu. Minta datang ke kejaksaan untuk eksekusi,” jelas dia.

Agung Hastho Banendro adalah terpidana kasus ABT 2003 yang telah dieksekusi kejaksaan pada 30 Juni 2009 lalu. Dia dijebloskan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas I Solo setelah jaksa melakukan pemanggilan karena kasasi dari MA telah turun dan dia harus menjalani hukuman satu tahun penjara.

dni

LOWONGAN PEKERJAAN
Administrasi ( Wanita ) & Manager ( Pria), informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…