Kamis, 18 Februari 2010 01:19 WIB Solo Share :

Delapan LSM bekingi warga korban banjir

Solo (Espos)--Berlarut-larutnya sengketa dana hibah bagi korban banjir 2007 membuat sejumlah LSM di Kota Solo turut prihatin.

Sebanyak delapan LSM yang tergabung dalam jaringan lembaga swadaya masyarakat Kota Solo meminta Pemkot Solo agar segera mencairkan dana bantuan banjir kepada warga bantaran.
Delapan LSM tersebut ialah Gita Pertiwi, INRES, JARI Jawa Tengah, KOMPIP, LeSKAP, SARI, SPEKHAM, Yayasan Krida Paramita Solo.

“Kami sebenarnya sejak lama mengamati persoalan ini. Namun, karena hingga kini persoalan tersebut tak kunjung usai, maka kami merasa prihatin dan turut membantu warga bantaran,” ujar salah satu pegiat LSM LeSKAP, Wiji Lestari ketika ditemui Espos di Solo, Rabu (17/2).

Wiji menjelaskan, pihaknya bersama tujuh LSM lainnya telah menyatakan dukungannya kepada warga bantaran yang menjadi korban banjir 2007 lalu.

Dalam dukungannya tersebut, kata Wiji, LSM mendesak tiga hal untuk dijadikan pertimbangan bersama baik kepada Pengadilan Negeri (PN), Pemkot Solo, maupun warga bantaran yang tergabung dalam Solidaritas Korban Banjir Bantaran (SKoBB). Ketiga hal itu ialah mendesak kepada PN agar memperhatikan permasalahan yang muncul serta membuat keputusan yang seadil-adilnya bagi kepentingan korban banjir. Kedua, meminta Pemkot Solo agar segera memberikan dana hibah bagi korban banjir di tanah bantaran tanpa syarat apapun.

“Dan ketiga, memberi dukungan kepada SKoBB dalam upaya memperjuangkan hak-hak mereka agar mendapatkan keadilan sebagai warga Kota Solo,” tegasnya.

Menurut pegiat LSM lainnya dari Inres, Roy R Sajiwo, bantuan banjir semestinya menjadi hak bagi semua warga bantaran yang terkena banjir. Apalagi, bantuan senilai Rp 8,5 juta per keluarga tersebut saat ini sudah dicairkan dari pemerintah pusat ke Pemkot Solo.

“Tapi, nyatanya hingga kini masih banyak warga yang belum menerima bantuan tersebut,” terangnya.
Selain itu, bantuan banjir tersebut sangat dibutuhkan bagi warga bantaran lantaran pascabanjir segala pranata sosial di lingkungan mereka remuk. “Ini mestinya, Pemkot merespon cepat dan memberikan bantuan,” terangnya.

Sementara itu, Sekretaris Komite Kota Solo Perhimpunan Rakyat Pekerja (Komkot PRP Solo), Kostrad Nursanty yang juga sejak awal mendampingi warga bantaran bertekad akan terus memperjuangkan hak-hak warga bantaran yang selama merasa terpinggirkan.

asa

lowongan pekerjaan
ADMINISTRASI, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…