Kamis, 18 Februari 2010 16:49 WIB News Share :

Anand Krishna anggap laporan Tara tidak penuhi KUHP

Jakarta-— Guru spiritual Anand Krishna menganggap laporan Tara Pradibta Laksmi, 19, tidak memenuhi unsur dalam pasal yang disangkakan, yaitu Pasal 290 KUHP.

Sehingga Anand berharap kepolisian tidak memproses laporan Tara terkait kasus pelecehan seksual yang diduga dilakukan Anand. Anand juga meminta polisi mengedrop kasus tersebut

“Ini no case, jadi ya didrop,” ucap kuasa hukum Anand, Darwin Aritonang, di Mabes Polri, Kamis (18/2).

Darwin datang ke Mabes Polri untuk berkonsultasi dengan Kabareskrim Komjen Ito Sumardi perihal kasus yang menjerat kliennya.

Darwin menjelaskan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada Kapolda Metro Jaya Irjen Wahyono untuk meminta perlindungan hukum dengan alasan bahwa Pasal 290 tidak dapat dijerat kepada Anand.

“Agar pihak kepolisian mendapat informasi juga dari kami sebelum memanggil Pak Anand,” ucap dia.

Namun, kata Darwin, jika kepolisian tetap memproses laporan Tara dan meningkatkan ke tahap penyidikan dengan memeriksa terlapor Anand, pihaknya siap menghadapi.

“Jika dipanggil untuk diperiksa nanti saya akan sampaikan ke Pak Anand,” kata dia.

Di tempat terpisah, Tara masih menjalani pemeriksaan sebagai saksi di Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Metro Jaya. Dia diperiksa untuk keperluan pemberkasan berita acara pemeriksaan (BAP) terkait laporan dia pada hari Senin lalu.

kompas/rif

LOWONGAN PEKERJAAN
PT.ARTABOGA CEMERLANG, informasi selengkapnya KLIK DISINI

Kolom

GAGASAN
Hantu Komunisme Masih Menakutkan Anda?

Gagasan ini dimuat Harian Solopos edisi Senin (4/12/2017). Esai ini karya Ahmad Djauhar, Ketua Dewan Redaksi Harian Solopos dan Wakil Ketua Dewan Pers. Alamat e-mail penulis adalah eljeha@gmail.com. Solopos.com, SOLO–”Communism? Nyet… nyet… nyet…[Komunisme? Tidak… tidak… tidak…].” Begitulah komentar orang Rusia…